03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Selama Lebaran, Pejabat PLN Jatim Harus Standby

SPV Humas dan Protokol PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Pinto Raharjo.
SPV Humas dan Protokol PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Pinto Raharjo.

Surabaya, KabarGress.Com – Terhitung sejak H-3 hingga H+7 Lebaran, para pejabat di 16 area dan 113 rayon PT PLN (Persero) Distribusi Jatim tidak boleh meninggalkan posnya masing-masing. “Semua harus standby guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama lebaran. Misalnya pejabat di bidang operasional. Mulai tingkat supervisor, menejer rayon, asisten menejer bidang operasional/jaringan, menejer area,” ungkap SPV PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, kepada wartawan, Kamis (24/7/2014).

Menurutnya, tidak ada persiapan khusus selama lebaran, sebab baik lebaran atau tidak, pelayanan tetap seperti biasanya, 24 jam. Hanya, kalau lebaran di masing-masing area ditambahi 2-3 unit travo mobile berkapasitas hingga 200 KVA. “Kalau jumlah personil, mungkin bisa kurang, tetapi regunya tetap,” tandas Pinto.

Sementara itu, saat lebaran diprediksi konsumsi listrik masyarakat mengalami penurunan antara 25-50 persen. Penyebabnya, banyak pelaku industri libur. “Penurunan konsumsi listrik itu mulai terasa satu pekan sebelum hari H hingga dua pekan setelah lebaran,” kata General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, I B G Mardawa Padangratha. Setelah dua pekan dari lebaran maka konsumsi listrik masyarakat diperkirakan mulai kembali normal.

Mardawa yakin, pasokan listrik selama lebaran tak akan terganggu. Sebab, ketersediaan listrik untuk wilayah Jatim juga sangat besar. Total ketersediaan listrik di Jatim sampai sekarang mencapai sebesar 8.300 MegaWatt (MW) sedangkan beban puncak pada periode sama masih di kisaran 4.981 MW. Dengan begitu, kondisi kelistrikan di Jatim surplus atau aman di posisi sekitar 3.419 MW. “Mudah-mudahan selama lebaran, tidak terjadi gangguan apapun akibat listrik,” imbuhnya. (ro)