03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul: Hafidz Qur’an Disamakan dengan Guru Lain Harus Disertifikasi

Gus Ipul - Hafidz Qur’an Disamakan dengan Guru Lain Harus DisertifikasiSurabaya, KabarGress.com – Para hafids harus diperlakukan sama dengan guru-guru yang lain. Pemprov Jatim mempunyai program rintisan baru dengan memberikan perhatian kepada pada hafidz/ hafidzoh ( hafal membaca Al-Qur’an) yang memberikan pendidikan karakter pada anak dengan mengajar membaca Al-Qur’an. Penghargaan bagi para hafidz Ini model pertama yang ada di Indonesia.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul pada acara Lailatul Qiro’ah 1435 H dan Pelantikan PC Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadh Kota Surabaya masa bhakti 2014 – 2019,   di Taman Bungkul Surabaya, Selasa (23/7).

Menurut Gus Ipul, Saat ini diperkirakan ada lima ribu lebih orang yang hafal qur’an, tapi sayang belum dilakukanidentifikasi dan sertifikasi. Karena kewajiban negara untuk memberikan perhatian dengan diberikan sertifikasi. Karena orangyang hafal Al-Qur’an hanya takut pada Allah dan bagian dari kekasih Allah.

“Asalkan hafal dan urutannya sudah benar maka pemerintah harus memberikan perhatian, para hafids harus diperlakukan sama dengan guru-guru yang lain. Ditargetkan tahun 2015 dapat dilakukan sertifikasi,” tegasnya.

Melantik orang-orang yang hafal al-Qur’an ini menurut Gus Ipul, luar biasa karena mereka manusia istimewa yang mendapat rachmat Allah. Para hafidz/ hafal qur’an ini penting karena ditengah kita ada orang yang menyediakan waktu untuk belajar dan mengajarkan membaca Al-Qur’an pada orang lain.

“Saya ingin majelis PC Jam’iyyah Surabaya menjadi magnit  daya tarik dengan mengadakan khataman keliling ke Gresik, Mojokerto, Madiun, Tulungagung, sekali-sekali saya ingin sebagai tuan rumah,” ujarnya

Sementara itu Rois Syuriah PCNU Kota Surabaya, K.H. Dzul Hilmi Ghozali mengatakan, wasilah ini diharapkan dapatmemberikan keberkahan bagi Taman Bungkul, supaya tidak dijadikan tempat yang ‘mesum’, terus dipelihara kesuciannyaoleh Allah SWT karena berdampingan dengan makam para aulia, utamanya makam Sunan Bungkul. Sekarang Pemkota Surabaya sudah melakukan pengawasan dengan baik.

“Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun ini, sekarang sudah ke-5, diharapkan berlanjut terus sampai yaumil kiyamah. Apalagi dengan dilaksanakan Khataman Qur’an sejak pagi, semoga kesuciannya dipelihara oleh Allah SWT,” harapnya.

Hadir dalam acara tersebut hafidz dari Iraq ketua tanfidiyah PC NU Kota surabaya KH, Achmad Saiful Chalim,Pengurus PC NU Kota Surabaya, Muslimat se Kota Surabaya, dan lain-lain. (Eri)