31/05/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Dorong Bank Syariah Sasar Kelompok UMKM

Pakde Karwo beserta Gus Ipul dan Pangdam V Brawijaya duduk bersama mendengarkan tauziah pada acara buka puasa bersama di kantor PCNU Jatim.
Pakde Karwo beserta Gus Ipul dan Pangdam V Brawijaya duduk bersama mendengarkan tauziah pada acara buka puasa bersama di kantor PCNU Jatim.

Surabaya, KabarGress.Com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mendorong perbankan syariah untuk menyasar kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah sebagai salah satu fokus pengembangan usaha. Ini karena UMKM merupakan penggerak perekonomian Jatim, namun disisi lain UMKM memiliki aksesibilitas yang rendah kepada perbankan konvesional. “Potensi UMKM sangat luar biasa, ada lebih dari 6,8 juta UMKM di Jawa Timur dan mampu menyerap sebanyak 11.117.439 tenaga kerja. Namun sayangnya, akses mereka kepada perbankan masih rendah. Disinilah peluang perbankan syariah untuk mengajak mereka bekerja sama untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kelompok ekonomi marjinal” Demikian yang disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat Buka Bersama PWNU, PCNU dan Forpimda Jatim di Kantor PWNU Jatim, Minggu (20/7).

Pakde Karwo mengatakan, prinsip dan orientasi perbankan syariah yang mengusung keadilan sangat tepat bagi UMKM. Yakni mendapatkan keuntungan namun juga berorientasi kepada falah (kebahagiaan dunia dan akhirat sesuai ajaran islam). Artinya sambil berwirausaha juga akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Relevansi prinsip perbankan syariah hendaknya dapat memberikan peluang kepada UMKM untuk dapat mengakses produk-produk perbankan syariah” kata Pakde Karwo.

Masih menurut Pakde Karwo, kinerja perbankan syariah di Jatim mencatat hasil yang cukup tinggi. Berdasarkan Kajian Ekonomi Regional (KER) Jatim pada Triwulan I 2014, aset perbankan syariah tumbuh 50,38% dibandingkan dengan Triwulan I 2013, yakni dari nilai aset Rp17,26 triliun pada Triwulan I 2013 menjadi Rp25,97 triliun pada Triwulan I 2014.

Kemudian, dana masyarakat yang disimpan pada Bank Syariah di Jatim tumbuh 22,62%dengan total Dana Pihak Ketiga Rp13,26 triliun di Triwulan I 2013 menjadi Rp16,27 triliun pada Triwulan I 2014.

Pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah di Jatim selama Triwulan I 2014 tumbuh sebesar 24,62% jika dibandingkan dengan Triwulan I 2013, pada Triwulan I 2014 nilainya mencapai Rp15,97 triliun, lebih tinggi dari Triwulan I 2013 yang nilainya sebesar Rp12,67 triliun.

Berdasarkan jenisnya, penyaluran pembiayaan modal kerja masih memperoleh porsi tertinggi dengan prosentase sebesar 47,17% (Rp. 7,44 triliun) dari total pembiayaan.

Sementara pembiayaan konsumsi dan investasi prosentasenya yaitu masing-masing sebesar 33,93% (Rp5,35 triliun) dan 18,89% (Rp2,98 triliun). “Tingginya proporsi pembiayaan modal kerja Bank Syariah di Jatim sampai dengan Triwulan I 2014 menunjukkan dua hal. Pertama, masyarakat telah mulai mempercayai perbankan syariah sebagai mitra bisnis. Kedua, peran bank syariah semakin meningkat dalam mendukung ekonomi daerah dengan penyaluran kredit produktif” katanya.

Pada kesempatan itu, dilaksanakan pula launching produk MyHalal oleh Direktur PT MyNU Moh Lutfi Handayani selaku pemegang paten merek MyHalal di Indonesia, dengan didampingi Direktur Utama MyHalal Nick Ieronimo asal Australia.

MyHalal adalah merek internasional, yang berpusat di negara Australia dan siap memasarkan produk-produk kreatifitas warga NU ke seluruh penjuru dunia, diantaranya adalah produk entrepreneur NU, seperti seperti kecap, tomat, sambal, saos, beras, serta kopi. Produk-produk tersebut akan dijual ke 44 negara Muslim di dunia.

“MyHalal itu bukan memasarkan barang, namun memasarkan brand untuk produk berkualitas, berstandar internasional dengan harga terjangkau dan pasti halal. Dengan bekerja sama dengan NU, kami optimis untuk menjadikan produk Indonesia semakin mendunia dengan brand/merk tersebut” katanya.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf, Sekdaprov Jatim, Dr. H. Akhmad Sukardi, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah, Rais Syuriah KH Miftachul Akhyar, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, Pangdam V Brawijaya TNI Eko Wiratmoko, Kepala Kemenag Jatim Mahfudh Shodar. (eri)