03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Ketahanan Stok Bulog Jatim Cukup Hingga 13 Bulan

Kepala Divre Bulog Jatim, Rusdiyanto (nomor 3 dari kiri) saat menyampaikan kondisi ketahanan stok Bulog Jatim.
Kepala Divre Bulog Jatim, Rusdiyanto (nomor 3 dari kiri) saat menyampaikan kondisi ketahanan stok Bulog Jatim.

Surabaya, KabarGress.Com – Kepala Divre Bulog Jatim, Rusdiyanto, memastikan ketahanan stok Bulog Jatim cukup untuk 13 bulan ke depan, yakni sebesar 553.950 ton lebih setara beras. “Maka masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan beras dalam bulan puasa dan dalam menghadapi lebaran tahun ini,” tandasnya, di sela-sela buka bersama awak media Surabaya, di kantornya, Sabtu (19/7/2014).

Menurutnya, Bulog Jatim dalam semester I telah melakukan upaya-upaya pengadaan beras. Target pengadaan tahun ini telah ditetapkan sejumlah 1.100.000 ton setara beras. Hingga 17 Juli telah tercapai 652.712 ton beras yang artinya sudah tercapai 56 persen dari target. “Diharapkan masih akan bertambah realisasinya terutama dari produksi panen gadu hingga akhir 2014,” ujarnya.

Sedangkan penerimaan beras miskin (raskin-RTS-PM) di Jatim sejumlah 2.857.469 RTS-PM dan penyalurannya sebesar 42.862 ton setiap bulan, tersebar di 8.506 titik distribusi. RTS-PM menerima 15kb/bulan dengan harga tebus Rp1.600/kg. Hingga 16 Juli, Bulog Divre Jatim telah mendistribusikan raskin reguler sebanyak 389.338.290 kg atau 101.00 persen dari pagu untuk 9 bulan.

Hal ini terjadi menyusul beberapa Pemkab/Pemkot memutuskan untuk mempercepat menyalurkan raskin alokasi Agustus didistribusikan Juli, seperti dilakukan Kab. Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kab. Lamongan, Kab. Tuban, Kota Kediri, Kab. Kediri, Kab. Nganjuk, Kab. Bondowoso dan Kab. Situbondo.

Yang terpenting lagi, dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan raskin, Bulog Divre Jatim mengambil langkah-langkah meningkatkan perawatan kualitas di gudang selama penyimpanan, pengecekan kualitas/kuantitas beras bersama tim koordinasi raskin kab/kota sebelum didistribusikan, menggunakan alat angkut yang layak, memberikan kesempatan kepada pihak desa/kelurahan untuk melakukan pengecekan kualitas dan kuantitas beras di desa/kelurahan.

“Juga mengganti kualitas/kuantitas beras yang dikeluhkan tidak sesuai serta melakukan uji tanak untuk mengetahui rasa dan kualitas raskin yang telah dilakukan di Malang, Lamongan, Tulungagung dan Probolinggo,” imbuh Rusdiyanto.

Dalam acara buka bersama tampak hadir juga Wakil Kepala Bulog Divre Jatim, serta para kepala bidang. (ro)