03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Konsumsi Listrik Jatim Ditargetkan Tumbuh 9 Persen

General Manager PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, IBG. Mardawa Padangratha.
General Manager PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, IBG. Mardawa Padangratha.

Surabaya, KabarGress.Com – PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur menargetkan baik penjualan maupun konsumsi listrik di Jawa Timur mengalami pertumbuhan 9 persen. “Pertimbangannya karena pertumbuhan ekonomi Jatim yang cukup bagus di tahun ini. Juga normalnya layanan penyambungan pelanggan listrik baru ataupun penambahan daya di seluruh wilayah Jawa Timur setelah sempat tidak bisa dilaksanakan selama Mei hingga Juni 2014. Seluruh pelanggan bisa dilayani menyusul dana subsidi dari pemerintah sudah mulai turun,” demikian ungkap General Manager PT PLN Distribusi Jatim, IBG. Mardawa Padangratha, kepada wartawan di Surabaya, di sela-sela acara berbuka bersama, Jumat (18/7/2014).

Disebutkan Mardawa, dengan adanya kendala yang sempat terjadi tersebut, pertumbuhan konsumsi listrik di Jatim hingga Juni 2014 masih dikisaran 7,1%. Sementara penyambungan baru yang telah dilakukan mencapai sekitar 160.000 pelanggan atau sekitar 40.000 pelanggan per bulan. “Akan kami kejar di akhir semester ini,” tekadnya.

PLN Distribusi Jatim juga optimistis target penyambungan pelanggan baru hingga akhir tahun bakal terealisasi sebesar 560.000 pelanggan, sesuai dengan target yang telah ditetapkan sejak awal. Saat ini, lanjutnya, jumlah daftar tunggu penyambungan baru memang cukup tinggi sebagai dampak dari tersendatnya penyambungan baru selama dua bulan kemarin. Untuk industri besar saja, jumlahnya mencapai 200 pelanggan. Untuk itu PLN secara agresif akan melakukan penyambungan sesuai dengan kemampuan keuangannya.

“Sudah kami sosialisasikan ke beberapa industri besar. Tadi saya sudah ke Gudang Garam, disana kekurangan listrik cukup besar. Kemarin kami juga telah melakukan tambah daya untuk PT Hanil Jaya Steel, pabrik besi dan baja di Rungkut sebesar 40 MW,” tutur Mardawa.

Sementara untuk konsumsi listrik saat lebaran 2014, akan mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni di kisaran 25% hingga 50% dibanding hari normal karena banyak industri yang libur. “Penurunan konsumsi akan mulai terasa seminggu sebelum hari H lebaran hingga dua minggu setelah lebaran. Setelah dua minggu dari lebaran, konsumsi akan kembali normal,” tukasnya.

Diimbuhkan Mardawa, pasokan listrik wilayah Jatim juga sangat besar. “Dari total daya mampu PLN Distribusi Jatim sebesar 8.300 MW, beban puncak saat ini masih dikisaran 4981 MW, masih ada surplus sekitar 3.419 MW,” ujarnya. (ro)