03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pemprov Jatim Dorong Pengembangan Bank Syariah

Gubernur Jatim Pakde Karwo dalam acara Silaturrahmi ISEI , Dialog Ramadhan dan Talk Show sekaligus Buka Puasa Bersama, di Gedung Serba Guna Bank Jatim, Kamis (17/7) malam.
Gubernur Jatim Pakde Karwo dalam acara Silaturrahmi ISEI , Dialog Ramadhan dan Talk Show sekaligus Buka Puasa Bersama, di Gedung Serba Guna Bank Jatim, Kamis (17/7) malam.

Surabaya,KabarGress.com – Provinsi Jatim mendorong pengembangan Bank Syariah. Syaratanya, skema pembiayaannya harus diubah menjadi konsep yang mudah dan murah. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jatim Pakde Karwo dalam acara Silaturrahmi ISEI , Dialog  Ramadhan dan Talk Show sekaligus Buka Puasa Bersama, di Gedung Serba Guna Bank Jatim, Kamis (17/7) malam.

Gubernur yang akrab dipanggil Pakde Karwo itumengatakan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi Perbankan Syariah. Diantaranya, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat tidak lagi mengimbangi pertumbuhan pembiayaan serta kemampuan Bank Syariah dalam mengelola likuiditas masih relatif terbatas. Volume pasar uang antar bank syariah (PUAS) naik pesat namun volume kumulatif masih rendah, dan kondisi pasar kredit atau pembiayaan yang mengetat seiring kontraksi ekonomi yang membatasi laju ekspansi pembiayaan yang diberikan.

Untuk itu, kata Pakde Karwo, Pemprov Jatim sebagai ruang publik tempat akselerasi ekonomi masyarakat Jatim, mendorong semua pola pembiayaan khususnya melalui produk perbankan syariah sebagai akselerator tercapainya target pertumbuhan ekonomi Jatim 8,11persen – 8,20 persen di tahun 2019.

Ditambahkan, Pakde Karwo, Pemprov Jatim pada tahun 2014 meluncurkan 4 ribu LKM dengan bantuan modal sebesar Rp25 juta, dan di tahun 2015 dilanjutkan dengan 5 ribu LKM yang kesemuanya akan mengikuti pola Syariah.​

Guna mencapai target dimaksud dengan asumsi ICOR 3,0 dan nilai pertumbuhan 6,56 persen diperlukan tambahan investasi sebesar Rp223,63 triliun di tahun 2014 dan Rp516,57 triliun di tahun 2019. “Tambahan investasi inilah yang merupakan peluang bagi peran Perbankan Syariah untuk berkontribusi bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi Jatim,” terangnya

Ketua Umum ISEI Darmin Nasution mengatakan, Bank Syariah di Indonesia masih muda usianya, tetapi perkembangannya cukup bagus. Ada hal-hal yang perlu diperbaiki, yaitu melakukan terobosan-terobosan, Bank Syariah harus mampu membuat produk-produk sederhana, muda diingat masyarakat, dan yang terpenting murah, sehingga dapat bersaing dengan Bank. (Eri)