03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Birokrasi Benteng Tangguh Hadapi Pasar Bebas Asean 2015

Wagub Jatim H. Saifullah Yusuf saat menutup Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXXII tahun 2014.
Wagub Jatim H. Saifullah Yusuf saat menutup Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXXII tahun 2014.

Surabaya, KabarGress.com -Birokrasi salah satu benteng tangguh dalam menghadapi komunitas Pasar Bebas Asean 2015.Pemerintah melalui birokrasinya harus membuat kebijakan yang pro rakyat dengan cara melindungi masyarakat dari derasnya arus barang dan jasa memasuki Pasar Bebas Asean 2015. Hal tersebut disampaikan Wagub Jatim H. Saifullah Yusuf saat menutup Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXXII tahun 2014 di Badan Pendidikan dan Pelatihan Prov. Jatim, Kamis (16/7).

Ia mengatakan, pemerintah melaui kebijakan birokrasi yang mampu menahan derasnya arus barang dan jasa dengan cara filterisasi melalui aturan-aturan yang tegas. “Diklatpim II ini bertujuan untuk mencetak pemimpin-pemimpin perubahan yang dapat membawa bangsa dan negara lebih maju dan sejahtera melalui kebijakan yang tepat dalam rangka menghadapi Pasar Bebas Asean,” terangnya.

Birokrasi menjadi benteng tangguh karena memilikiSumber Daya Manusia (SDM yang memiliki kualitasdaya saing sehingga siap berkompetisi dengan SDM dari negara-negara lain. “Keberadaan birokrasi diharapkan dapat melindungi masyarakat dari serbuan globalisasi komoditi asing melalui regulasi yang tepat,” tambahnya.

Ia mencontohkan, saat ini negara Asean seperti Singapura, Thailand dan Malaysia telah mempersiapkan diri belajar menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Hal tersebut bukan menjadi kebanggaan, melainkan harus difahami sebagai tantangan serius bahwa negara negara lain telah siap untuk memasuki Indonesiadiperdagangan bebas.

Menurutnya, birokrasi harus menyiapkan kebijakan agar masyarakat tidak hanya sebagai penonton. Pemprov Jatim, telah menyiapkan regulasi, aturan dan kebijakan untuk menahan derasnya arus barang dan jasa yang masuk. Salah satu kebijakan yang dilakukan dengan membuat Perda. Profesi seperti dokter, guru dan profesi  asing lainnya jika ingin masuk ke Jatim harus bisa memahami kondisi wilayah dan bahasa daerah selain bahasa Indonesia.

Senada dengan Wagub, Deputi Bidang Inovasi dan Administrasi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Tri Widodo Utomo menjelaskan dalam menghadapi pasar bebas Asean 2015 masyarakat Indonesia dihadapkan pada dua pilihan yakni menjadi pemain atau penonton. Jika ingin menjadi pemain, maka masyarakat harus segera berbenah dan bersiap diri menghadapi Pasar Bebas Asean dengan bekal yang dimiliki “Jika tidak segera mempersiapkan diri mulai dari sekarang maka bisa dipastikan masyarakat akan jadi penonton di negara sendiri,” katanya.

Pemimpin dalam birokrasi harus hadir melayani publik secara baik. Birokrat harus memiliki wawasan dan integritas yang baik dengan tidak memikirkan diri sendiri dan organisasi namun harus siap melayani publik secara baik. “Semangat kebangsaan tidak lagi diwujudkan dengan perang menggunakan bambu runcing. Akan tetapi dalam berjuang melawan pasar bebas Asean birokrat dapat menyumbangkan pikiran, waktu dan tenaga untuk pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Kabandiklat Prov. Jatim Dr. Saiful Rachman meminta kepada alumni Diklatpim II untuk membina jejaring yang baik antara sesama alumni, antara alumni denganlembaga administrasi negara dan antar alumni dengan Badiklat Prov Jatim.Ia berharap, agar inovasi yang telah diciptakan pada program pelaksanaan diklat ini bisa memberikan kontribusi yang berharga dalam meningkatkan daya dan hasil guna di masing-masing organisasi. (Eri)