29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Larang PNS Terima Parcel dan Penggunaan Mobil Dinas

Pakde Karwo Larang PNS Terima Parcel dan Penggunaan Mobil DinasSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jatim, H. Soekarwo melarang setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di setiap instansi pemerintahmenggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran 2014. Larangan, tersebut juga berlaku kepada setiap jajarannya untuk tidak menerima bingkisan parcel dari berbagai pihak. Hal tersebut disampaikan seusai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Rabu (16/7).

Ia mengatakan telah menandatangani surat edaran  mengenai pelarangan penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran 2014. “Nanti, apabila tetap menggunakan mobil dinas untuk mudik, akan diberikan sanksi dan teguran keras terhadap yang bersangkutan. Peraturan ituberlaku bagi semua PNS di Jatim. Sebelumnya, agar larangan itu bisa diselenggarakan dengan bagus setiapSKPD dan instansi dikumpulkan untuk sosialisasi hal tersebut,“ ujarnya.

Setiap tahun, kata Pakde Karwo sapaan akrabnya, telah membuat surat edaran mengenai pelarangan penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran. Pemprov Jatim bekerjasama dengan inspektorat mengawasi pegawai yang nakal dimana tetap menggunakan kendaraan dinas untuk mudik lebaran. “ Aturan dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) juga sudah jelas yakni melarang mobil dinas untuk dipakai mudik. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menjalankannya. Apapun alasannya, larangan sudah diberikan,” tegasnya.

Selain itu, persiapan infrastruktur jalan yang dilakukan Pemprov Jatim untuk digunakan jalur mudik telah siap. Wilayah-wilayah yang dianggap sebagai jalur rawan, Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan telah menambahi beberapa CCTV agar para pemudik bisa merasa aman ketika perjalan menuju ke kampung halaman. “Kami mengupayakan selain infrastruktur yang bagus, juga rasa aman ketika berada di jalan tercipta. Tentunya, Pemprov Jatim juga bekerjasama dengan TNI-Polri agar tercipta situasi yang aman saat mudik lebaran,” tuturnya.

Untuk daerah rawan macet, Pakde Karwomenyebutkan ada dua titik yang dirasa paling macet yakni di Simpang Mengkreng Kab. Nganjuk, dan Duduk Sampeyan, Kab. Gresik. Simpang Mengkreng menjadi titik macet terparah di Jatim, dikarenakan merupakan pertemuan jalur Jombang, Kediri, dan Nganjuk. Selain ituada dua palang pintu kereta api yang tiap satu jam sekali ditutup. Sedangkan untuk Duduk Sampeyan, merupakan satu-satunya jalur akses menuju Tuban, Lamongan , Bojonegoro dan menuju Jawa Tengah. Untuk mengatasi kemacetan tersebut, nantinya akan memberikan perlakuan khusus agar kemacetan bisa terurai di titik tersebut.

“Untuk  beberapa titik yang berpotensi mengalmai kemacetan, seperti di beberapa jembatan timbang, Pemprov Jatim memiliki trik sendiri. Nantinya apabila terlihat akan macet, maka antrian di jembatan timbagn akan diteruskan agar lalulintas bisa lancar. Hal tersebut bukan dilakukan untuk mengalihkan fungsi jembatan timbang akan tetapi menghindari kemacetan yang terjadi, apalagi saat mudik lebaran,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Pakde Karwo menjamin akan tersedianya pasokan daging di Jatim menjelang lebaran. Saat ini harga daging sekitar rp. 90 – 95 ribu/kg. Apabila, di hari biasa ada sekitar 1.200 ekor sapi yang disembelih, maka untuk menghadapi lebaran ditingkatakn menjadi 1.300-1.400 ekor sapi perharinya.” Hal teresebut dilakukan agar stabiltias harga kebutuhan pokok, khususnya daging sapi bisa terkendali menjelang lebaran,” tambahnya. (Eri)