20/09/2020

Jadikan yang Terdepan

​Pakde Karwo Minta Dishub dan Polri Perkuat Koordinasi Jelang Mudik Lebaran

​Pakde Karwo Minta Dishub dan Polri Perkuat Koordinasi Jelang Mudik Lebaran 2014
Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Prov. Jatim, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT (nomor 2 dari kiri), bersama Pakde Karwo dalam acara Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2014, di Hotel JW. Marriot Surabaya, Selasa (15/7).

Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, meminta kepada Dinas Perhubungan dan LLAJ Prov. Jatim agar memperkuat koordinasi secara rutin dan berkelanjutan dengan jajaran kepolisian khususnya dalam melayani masyarakat khususnya persiapan menjelang hari raya dan mudik lebaran. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan pada acara Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2014, di Hotel JW. Marriot Surabaya, Selasa (15/7).

Ia menjelaskan, perkuatan koordinasi ini sangat penting mengingat yang dilayani adalah masyarakat yang memiliki hati dan perasaan sebagai manusia. “Semua harus memiliki komitmen untuk menjaga lalu lintas agar terus kondusif sehingga masyarakat bisa melaksanakan lebaran dengan aman dan nyaman tanpa ada gangguan di jalan khususnya selama melakukan mudik lebaran,” terangnya.

Pakde Karwo biasa ia disapa, secara khusus meminta kepada kepolisian dan dishub agar dalam melakukan tugas dilakukan secara humanis dan ramah. Masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran ingin menunjukkan kepada orangtua di kampung halamannya bahwa mereka telah sukses merantau di daerah. Terkadang, mereka tidak sengaja melanggar aturan lalu lintas yang sebenarnya tidak ingin mereka lakukan.

Menurutnya, masyarakat Jatim memiliki kultur atau budaya yang berbeda dengan daerah lain. Di Jatim, ada kultur ingin menunjukkan kepada orangtua bahwa mereka telah sukses merantau dan ingin menunjukkan kepada kampung halamannya. “Ini yang menjadikan, jalan-jalan setiap mudik lebaran penuh sesak oleh mobil, motor dan kendaraan pribadi. Karena mereka ingin menunjukkan kesuksesannya di daerahnya. Ini kultur yang melekat dan harus difahami,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pakde Karwo juga menyoroti infrastruktur jalan. Kesiapan infrastruktur khususnya jalan harus terus diperhatikan, tidak ada hari tanpa tambal jalan. Di transportasi laut tidak ada masalah yang berarti karena masyarakat sudah lebih banyak menggunakan transportasi udara.

Ia berharap, ke depan perlintasan kereta api agar diberi penjaga palang pintu kereta api. Jika hal tersebut tidak bisa direalisasi bisa dibuat penerangan lampu sebagai tanda sebelum melintas. Untuk transportasi darat, Pakde Karwo meminta kepolisian agar setiap titik rawan kemacetan diberi CCTV sehingga dapat dipantau dengan cepat. “Kami mengapresiasi jajaran Polda Jatim yang telah memiliki layanan untuk mengontrol kemacetan. Ke depan, dengan menambah CCTV, setiap titik kemacetan dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan dan LLAJ, Jatim siap melayani dan mengangkut sebanyak 131.055 penumpang mudik dan balik gratis tahun 2014. Kesiapan angkutan tersebut terlihat dari sebanyak 550 unit angkutan bus yang dipersiapkan dapat menampung 40.750 penumpang, 3 unit kapal laut yang mengangkut 6.400 penumpang serta 16 kereta api dengan 7 rute tujuan dapat mengangkut 83.905 penumpang.

Selain itu, guna mengurangi kepadatan lalu lintas jalan khususnya roda dua, Dishub juga menyiapkan 10 truk pengangkutan untuk sepeda motor di lima jurusan dengan total unit sebanyak 500 unit motor bisa diangkut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Prov. Jatim, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT, mengatakan maksud dari penyelenggaraan kegiatan ini untuk menyatukan gerak dan langkah seluruh komponen terkait, baik instansi pemerintah maupun masyarakat dalam penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu tahun 2014.

Ia menambahkan, tujuan diselenggarakan rakor ini yakni mewujudkan pelayanan angkutan lebaran di Jatim yang aman, tertib, selamat dan lancar. Rakor ini dihadiri 300 orang terdiri dari Kemenhub, Kemen PU, Polda Jatim, Dishub Kab/Kota BUMN dan pengusaha di sektor transportasi. (Eri)