22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Topang Kekuatan Ekonomi Jatim, Pemprov Fokuskan Sektor Pertanian

Wakil Gubernur Jatim, H. Saifullah Yusuf saat meresmikan Gedung Australia Indonesia Partnership for Promoting Rural Income Through Support Markets in Agriculture (AIP PRISMA) di Margorejo Indah, Surabaya, Senin (14/7) malam.
Wakil Gubernur Jatim, H. Saifullah Yusuf saat meresmikan Gedung Australia Indonesia Partnership for Promoting Rural Income Through Support Markets in Agriculture (AIP PRISMA) di Margorejo Indah, Surabaya, Senin (14/7) malam.

Surabaya, KabarGress.com – Pemprov Jatim akan terus fokus mengembangkan sektor pertanian, karena kekuatan ekonomi Jatim salah satunyaditopang oleh pertanian. Ini penting, sebab sekitar 30 persen kebutuhan komoditas pertanian utamanya bahan makanan pokok berasal dari Jatim. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim, H. Saifullah Yusuf saat meresmikan Gedung Australia Indonesia Partnership for Promoting Rural Income Through Support Markets in Agriculture (AIP PRISMA) di Margorejo Indah, Surabaya, Senin (14/7) malam.

Ia menyambut baik program kerjasama di bidang pertanian dengan Pemerintah Australia melalui AIP Prisma. Tujuan kerjasama tidak lain untuk peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan para petani. “Dengan meningkatnya kesejahteraan petani, kita harapkan kontribusi pertanian terhadap PDRB jatim yang saat ini 16-17% bisa semakin meningkat,” ucapnya.

Program pembangunan pertanian, merupakan langkah tepat untuk menjawab tantangan global di bidang keamanan pangan/Food Security. Karena di era pasar bebas industri pangan Indonesia sudah harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain, yang telah mapan sistem mutunya.  Selain itu dua isu global yang lain yaitu Energy security dan Physical security.

Menurutnya, menjadi petani pada jaman sekarang bukanlah hal yang mudah. Utamanya dalam hal pendapatan yang diperoleh petani tidaklah terlalu konkrit. “Jarang sekali anak-anak seorang petani juga menjadi petani, mereka lebih memilih pekerjaan di bidang lainnya,” tambahnya.

Banyak orang yang lebih memilih bisnis di bidang perdagangan ataupun usaha lain daripada pertanian. Walaupun sebenarnya pertanian merupakan sektor pengembangan bisnisstrategis untuk masa datang. “Semakin banyak orang yang perduli dengan kesehatan dengan mengkonsumsi sayuran dan makanan sehat , karenanya jika kita jeli bisnis pertanian juga menguntungkan. Apalagi saat ini banyak teknologi dan metodologi baru dalam pertanian,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menunjang kelancaran program AIP Prisma Pemprov Jatim akan bersinergi untuk kesuksesan sampai akhir program yang telah direncanakan. “Apa saja yang diperlukan atau apakah skala prioritas program yang telah dibuat untuk pertanian Indonesia timur khususnya Jatim, akan terus kami koordinasikan tentunya juga dengan dinas terkait,” imbuhnya.

Sementara itu,  Daniel Tim Leader AIP Prisma Surabayamengatakan, Jatim khususnya Surabaya dipilih sebagai Head Office (HO) AIP Prisma karena memegang kunci penting dalam rantai perdagangan Indonesia timur. Area yang mereka tangani mencakup Jatim, NTB, NTT, Papua dan Papua timur. AIP Prisma memiliki program pemberantasan kemiskinan pertanian di Indonesia Timur dan peningkatkan pendapatan petani miskin.Hingga akhir Desember 2018 AIP Prisma akan memberikan bantuan untuk pembangungan pertanian sebesar 77 juta dolar Australia (UAD) atau sekitar 842 milyar Rupiah. (Eri)