Penuhi Kebutuhan Pengguna, Telkom Alihfungsikan STO Jadi Pusat Data Center

Direktur Enterprise & Business Service PT Telekomunikasi Indonesia, Muhammad Awaluddin, saat mempresentasikan STAR Data Center, di acara temu bisnis di Surabaya, Senin (15/7/2014).

Direktur Enterprise & Business Service PT Telekomunikasi Indonesia, Muhammad Awaluddin, saat mempresentasikan STAR Data Center, di acara temu bisnis di Surabaya, Senin (14/7/2014).

Surabaya, KabarGress.Com – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meretrofit atau mengalihfungsikan gedung-gedung Sentral Telepon Otomat (STO) yang tersebar di berbagai kota di Indonesia sebagai gedung layanan data center. “Untuk tahun ini, kami targetkan 18 STO yang sudah dialihfungsikan dengan dana investasi sekitar Rp1 triliun, sedangkan sisanya 12 STO lagi diselesaikan pada 2015,” ungkap Direktur Enterprise & Business Service PT Telekomunikasi Indonesia, Muhammad Awaluddin, didampingi Executive General Manager Divisi Business Service Telkom, Yusron Hariyadi, di sela-sela acara temu bisnis di Surabaya, Senin (14/7/2014).

STAR Data Center merupakan layanan yang menyediakan fasilitas data center dan ‘cloud service’ dengan didukung jaringan akses berbasis broadband. Di Wilayah Surabaya, yang terkena alihfungsi diantaranya STO Kebalen dan STO Gubeng. Penyediaan dan perluasan pusat data tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin meningkat, khususnya segmen usaha kecil dan menengah (UKM) serta perguruan tinggi. “Jika penggunaan data center lain sangat mahal, maka Telkom sengaja dibuat untuk pelaku ekonomi kecil dan menengah atau UKM. Diantaranya korporasi, digital company, usaha kecil dan menengah (UKM), serta penanggung jawab bidang ICT di sektor pemerintahan,” terangnya.

Untuk pelaku UKM, Awaluddin menerangkan jika para UKM tidak perlu membayar sewa seat agen contak centernya. “Pelaku UKM cukup membayar jasa layanannya. Sangat dimungkinkan karena Star Contact Center menggunakan sistim shared agent,” ujarnya.

Telkom mentargetkan ada 100.000 pelaku UKM dapat menikmati layanan Contact Center pada 2014 ini. Dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp1,25 juta per bulan dan virtual server mulai harga Rp500.000 per bulan. “Dengan Star Data Center ini, kami mengharapkan bisa memberikan tambahan kontribusi dalam mendorong percepatan masyarakat Digital Indonesia,” tukasnya.

“Sebagai contoh, Star Data Center memberikan solusi kepada pelaku bisnis untuk menempatkan perangkat ICT-nya di lokasi Star Data Center yang disebut layanan ke lokasi, termasuk juga untuk layanan Cloud. Pelaku tidak perlu kuatir terhadap kehandalan sarana utama ICT untuk kelangsungan bisnisnya. Karena keseluruhan aspek security, reliability, dan availability infrastruktur ICT-nya dijamin oleh Telkom,” imbuhnya.

Hingga 2015, lanjutnya, Telkom berkomitmen menyediakan fasilitas pusat data seluas 100.000 meter persegi dan sekitar 30.000 meter persegi, diantaranya untuk layanan STAR Data Center. Pusat data yang direalisasikan pada tahun ini, antara lain berada di Jakarta, Surabaya, Banten, Batam, Bandung, Bali, Semarang, Balikpapan, dan Makassar. “Sampai akhir tahun ini, kami harapkan lebih dari 40.000 meter persegi sudah dibangun, termasuk 17.500 meter persegi untuk STAR Data Center,” katanya.

Sementara itu, EGM Divisi Business Service Telkom, Yusron Hariyadi, mengatakan ada beberapa pilihan layanan yang disediakan bagi pengguna pusat data, yakni full rack, half rack, dan berbagai pilihan koneksi akses internet dan koneksi internal dengan beberapa pusat data dari provider lainnya. “Harga yang ditawarkan kepada pengguna juga cukup kompetitif. Kami berharap layanan ini dapat memberikan tambahan kontribusi dalam mendorong percepatan masyarakat digital Indonesia,” katanya. (ro)

Leave a Reply


*