03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Bude Karwo Berharap Pengrajin Jatim Lebih Sejahtera

Ketua Dekranasda Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo di sela-sela menghadiri acara Festival Kreatif (Fesra) 2014 yang diselenggarakan di Cendrawasih Assembly Main Lobby dan Plennary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (11/7).
Ketua Dekranasda Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo di sela-sela menghadiri acara Festival Kreatif (Fesra) 2014 yang diselenggarakan di Cendrawasih Assembly Main Lobby dan Plennary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (11/7).

Jakarta, KabarGress.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Nina Soekarwo berharap agar kesejahteraan seluruh pengrajin di wilayah Jawa Timur ke depannyasemakin meningkat. Jika harapan itu bisa segera tercapai, dukungan sektor UMKM Jawa Timur dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi dinilainya dapat semakin terwujud.

“Makanya kami ikutkan dalam setiap even pameran.Karena, kalau kita bisa membeli produk kita sendiridan menjual dengan kualitas yang baik itu kan sebagai wujud membina dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Ketua Dekranasda Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo di sela-sela menghadiri acara Festival Kreatif (Fesra) 2014 yang diselenggarakan di Cendrawasih Assembly Main Lobby dan Plennary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (11/7).

Tak hanya itu, keinginan untuk terus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin di Jatim juga dilakukan berbagai upaya kongkrit. Salah satunya melalui cara pembinaan secara berjenjang. Termasuk dalam memberikan pendampingan dalam mematenkan hak produk mereka. “Itu akan terus kita lakukan bagaimana kita melatih dengan meningkatkan kualitas produk-produk para pengrajin,” katanya.

Khusus untuk soal pendampingan, Bude Karwo –sapaan akrab istri Gubernur Jatim itu menilai sangat penting. Selain dapat meningkatkan daya saing secara lokal dan regional, upaya itu untuk mempersiapkan para pengrajin untuk bisa bersaing dalam Asean Economic Community yang dinilainya sudah tidak ada batasnya lagi. Oleh karena itu, Bude Karwoberharap agar seluruh pengrajin di wilayahnya untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka masing-masing. Termasuk dalam mematenkan satu persatu motif-motif dari jenis batik maupun bordir secara spesifik.

“Terkadang, masyarakat kita masih lupa mana yanghand made dan mana yang buatan pabrik. Karena buatan pabrik pasti lebih murah. Seperti contohnya batik,” katanya.

“Oleh karena itu saya selalumembatasi betul di momen pameran yang jenisnya printing. Saya ingin agar jangan sampai ada yang printing,” imbuhnya.

Diikutsertakannya produk-produk kerajinan Jawa Timur di setiap even nasional selalu dilakukan penyeleksian terlebih dulu. Karena dirinya tak ingin agar kerajinan yang dipamerkan itu malah membunuh pangsa pasar produk yang memang benar-benar berjenis kerajinan. Seperti halnya jenis batik. Oleh karena itu, disetiap pameran yang diikutsertakan tidak menyertakan jenis produk kerajinan berjenis printing.

“Pemrosesanya bukan batik seperti yang ditetapkan oleh Unesco sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Dan lagi, harganya kan murah-murah sekali. Dan ini selalu saya seleksi untuk produk yang akan kita pamerkan. Karena apa, karena akan bisa membunuh produk yang benar-benar batik tulen,” ungkapnya.

Menyinggung soal diikutsertakannya produk hasil para disabilitas, Bude Karwo sangat setuju. Karena, produk hasil para penyandang cacat itu juga dinilainya layak untuk diikutsertakan dalam momen pameran. Namun, sebut Bude Karwo, agar lebih berkualitas dan bisa bersaing lebih lagi perlu mendapatkan pendampingan.

“Kami juga sudah mengajak mereka (para disabilitas).Kami sudah melakukan komunikasi. Meskipun apa yang ditetapkan masih sebatas produk, tapi itu perlu lebih intens untuk dilakukan pembinaan,” katanya.

“Apalagi, kami juga sudah membuat binaan di bapemas dengan menggandeng Dikranasda untuk melatih dengan meningkatkan kualitas produk mereka. Sehingga bisa dipasarkan nantinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Festival Kreatif 2014 yang diprakarsai Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Hukum dan HAM itu dihadiri Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan Ibu Hj. Herawati Boediono. Dengan mengambil tema “Harmony Tanpa Batas Dalam Bentuk dan Corak”, Festival Kreatif 2014 itu untuk yang pertama kali diselenggarakan. Tampak hadir pada kesempatan itujuga ibu-ibu yang tergabung dalam SIKIB dan istri gubernur seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya sebelum membuka Festival Kreatif 2014, Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono menyampaikan rasa kagumnya atas hasil kreatifitas anak bangsa yang dihasilkan. Apalagi, produk dan jenis yang dimunculkan dinilainya sangat beragam dan berkualitas. “Terus terang saya tidak bosan melihat dan menyaksikan kreatifitas anak bangsa yang sangat indah dan mempesona,” kagumnya.

Hal itu, sebut Ani Bambang Yudhoyono, menunjukkan tanda yang sangat positif, khususnya untuk dunia industri kreatif yang bercita rasa dalam negeri. “Ini menjadi modal baik untuk menyambutAsean Economi Community 2015 mendatang. Oleh karena itu, saya berharap agar pemerintah yang baru nanti bisa memperhatikan sektor ekonomi khususnya para pelaku ekonomi dan industri kreatif bangsa ini,” pintanya.

Pada kesempatan itu, istri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu juga meminta agar ekonomi kreatif yang dihasilkan oleh anak bangsa itu juga tidak melupakan kondisi lingkungan hidup disekitarnya. Karena, ekonomi dan industri kreatif yang dihasilkan itu sangat bersinggungan dengan persoalan tersebut. Untuk itu, dirinya berharap, seluruh pelaku dan masyarakat untuk tidak melupakan kondisi lingkunganyang aman dan nyaman. “Ini juga menjadi penting yang harus diperhatikan bersama,” ingatnya.

Sementara itu, keikutsertaan Dekranasda Jawa Timur di even pertama kali ini memamerkan sepuluh produk pilihan pengrajin Jawa Timur. Kesepuluh jenis kerajinan itu antara lain kerajinan asessoris perak danpermata, batik, garmen, keris, kerajinan daun agel serta produk kerajinan tas manik-manik. Rencananya, Festival Kreatif 2014 tersebut akan diselenggarakan tanggal 11 – 14 Juli 2014.

Seusai membuka Festival Kreatif 2014, Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Herawati Boediono dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu Mari Elka Pangestu berkesempatan untuk meninjau beberapa stand pameran yang ditampilkan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk stand pameran milik Dekranasada Provinsi Jawa Timur.

Dalam peninjauannya Ibu Ani Bambang Yudhoyono kagum melihat hasil produk kerajinan yang dihasilkan dari Jawa Timur. Terutama produk batik yang bermacam-macam coraknya. (Eri)