23/01/2021

Jadikan yang Terdepan

DPD PDIP Jatim Buka Posko Pengaduan Kecurangan

DPD PDIP Jatim Buka Posko Pengaduan KecuranganSurabaya, KabarGress.Com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur (Jatim) secara resmi membuka posko pengaduan kecurangan yang digunakan saat Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli besok, di kantor DPD PDIP Jatim, Jl. Kendangsari Industri 57 Surabaya. Tempat tersebut menerima pengaduan dari masyarkat umum serta para relawan untuk  melaporkan apabila menemui kecurangan yang terjadi saat pilpres nanti.

Kordinator Posko Tim Kampanye Nasional Jatim, Martin Namonangan mengatakan, memang hal ini adalah instruksi yang diberikan oleh Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) PDIP pusat agar segera membentuk posko pengaduan di daerah. Pasalnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP sebelumbya memang sudah membentuk posko pengaduan semacam ini.

“Makanya kami yang ada di daerah juga disuruh membentuk posko pengaduan ini. Nanti, kami akan bekerja 24 jam untuk menerima pengaduan baik dari masyarakat umum maupun relawan menyangkut adanya upaya kecurangan. Baik yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu maupun dari pihak lawan,” ungkapnya, Selasa (8/7/2014).

Martin menerangkan, mekanisme yang dilakukan pada saat pengaduan nanti ialah, masyarakat yang lapor sifatnya harus terbuka. Artinya, harus memberikan identitas dan menyampaikan keterangan yang sesuai fakta. Setelah itu, tim dari posko akan langsung menerjunkan tim untuk segera mengklarifikasi dan mencari bukti – bukti verikasi di lapangan yang faktual.

“Apabila tim benar – benar menemukan kecurangan yang terjadi dilapangan, kami akan langsung salurkan kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), baik Kabupaten, Kota, maupun Propinsi. Dan akan kami laporkan langsung kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk segera menindak tegas pelaku kecurangan itu,” tegasnya.

Ia mengaku, sudah menemukan beberapa kecurangan yang terjadi saat ini. Namun, masih harus melakukan verivikasi dahulu dan mengumpulkan bukti – bukti, agar tidak terjadi kericuhan. Dirinya membeberkan, kecurangan yang terjadi untuk saat ini, ialah adanya laporan yang diterima bahwa di Surabaya dan Sidoarjo ada pembagian beras secara gratis yang dibagikan oleh pihak lawan.

“Dan juga di kota lainya, misalnya di daerah Madiun. Adanya kasus pemukulan yang dilakukan oleh tim kampanye lawan terhadap Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), sebab, melarang melakukan kampanye. Hal ini sudah dilaporkan oleh Panwaslu kepada kepolisian agar segera menindak pelaku pemukulan terhadap panwaslu tersebut,” bebernya. (tur)