18/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Apresiasi Harmonisasi Umat Hindu

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim saat menghadiri Upacara Tawur Labuh Gentuh, Panca Wali Krama, dan Pengusaban di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Desa Senduro Kabupaten Lumajang, Minggu (6/7).
Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim saat menghadiri Upacara Tawur Labuh Gentuh, Panca Wali Krama, dan Pengusaban di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Desa Senduro Kabupaten Lumajang, Minggu (6/7).

Lumajang, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mengapresiasi harmonisasi yang terus diciptakan umat Hindu baik di Jatim maupun di seluruh Indonesia. Umat Hindu terus menata harmonisasi antara manusia, alam, dan Tuhan. “Menciptakan harmonisasi ini adalah cara membangun kehidupan yang damai di masyarakat. Ini merupakan nilai luhur yang dibangun agar manusia terus hidup berdampingan secara damai,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim saat menghadiri Upacara Tawur Labuh Gentuh, Panca Wali Krama, dan Pengusaban di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Desa Senduro Kabupaten Lumajang, Minggu (6/7).

Ia mengatakan, umat Hindu memiliki filosofi yang baik dalam menjaga keseimbangan hidup. Nilai-nilai ini mengedepankan keserasian hubungan antara manusia dengan Tuhan, antara sesama umat manusia, dan juga antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan yang harmonis dapat membawa kebahagiaan, kedamaian, keamanan, dan kenyamanan dalam kehidupan ini. Salah satunya melalui Upacara Tawur Labuh Gentuh, Panca Wali Krama, dan Pengusaban.

“Upacara ini substansinya membangun harmonisasi hubungan antara manusia dengan Tuhan, antara sesama umat manusia, dan juga antara manusia dengan lingkungannya,” kata Pakde Karwo.

Lebih lanjut disampaikannya, harmonisasi ini juga merupakan hal yang penting bagi Pemprov dan masyarakat Jatim, mengingat diselenggarakannya Pemilihan Umum Presiden dan Wapres RI, Rabu (9/7) mendatang. “Menjelang Pilpres, situasi yang harmonis, damai, aman, dan nyaman menjadi faktor penting. Upacara ini menjadi momentum bagi umat Hindu untuk menjaga keharmonisan menjelang Pilpres. Terima kasih kepada umat Hindu yang terus menjaga keharmonisan ini,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Karya Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menjelaskan, Upacara Tawur Labuh Gentuh, Panca Walikrama dan Pengusaban ini merupakan agenda 10 tahun sekali yang dibimbing dan dipimpin oleh 13 pendeta Hindu, diikuti sekitar lebih dari 6.000 umat Hindu dengan mengenakan pakaian adat lengkap. Upacara suci persembahan ini bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi alam semesta beserta isinya.

“Konsepnya harmonisasi antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, serta manusia dengan lingkungan alam,” tuturnya.

Selain Upacara Tawur Labuh Gentuh Panca Wali Krama dan Pengusaban, ada juga upacara yang diadakan setiap 5 tahun sekali dalam skala yang lebih kecil yakni Tawur Pedanan. Sedangkan untuk upacara yang dilakukan setiap tahun dinamakan Caru Rsi Gana.

Sebelum memberikan sambutan, Pakde Karwo yang mengenakan udeng (topi khas Bali) berwarna putih, baju batik coklat, dan kain khas bali untuk bawahan, menyapa umat Hindu dan melihat secara langsung Upacara Tawur Labuh Gentuh Panca Wali Krama dan Pengusaban ini.

Hadir dalam upacara tersebut Direktur Urusan Agama Hindu Kemenag RI, Wakil Bupati Lumajang, Sekjen PHDI Pusat, Wanita Hindu Dharma Pusat, Ketua PHDI Jatim, Wanita Hindu Dharma Jatim, Bupati Klungkung, Bupati Karangasem, Wabup Karangasem, Sekda Lumajang, Sekretaris Kota Denpasar, Ketua PHDI Bali, Wanita Hindu Dharma Bali, Kakanwil Kemenag Bali. (Eri)