05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Tekankan Pentingnya Pilpres dalam Demokrasi Indonesia

Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Jatim dengan tema "Rekonstruksi Masa Depan Berbasis Kejernihan Qalb” di UMM Dome, Kab. Malang, Sabtu (5/7).
Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Jatim dengan tema “Rekonstruksi Masa Depan Berbasis Kejernihan Qalb” di UMM Dome, Kab. Malang, Sabtu (5/7).

Malang, KabarGress.com – Pemilihan Presiden (Pilpres) merupakan bagian penting dalam berjalannya proses demokrasi di Indonesia. Oleh sebab itu, berlangsungnya Pilpres kali ini harus diselenggarakan dengan baik. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Jatim dengan tema “Rekonstruksi Masa Depan Berbasis Kejernihan Qalb” di UMM Dome, Kab. Malang, Sabtu (5/7).

Sebenarnya, ujarnya, Pilpres bukan merupakan tujuan dari demokarsi, sedangkan tujuan demokrasi adalah berdialog dengan masyarakat. Oleh sebab itu, ajang Pilpres merupakan sebagai jembatan untuk berdialog dengan masyarakat agar demokrasi bisa terselenggara.”Demokrasi tujuannya adalah parastakeholder bisa berdialog dengan masyarakat agar bisa menyerap aspirasi mereka seperti apa kedepan. Oleh sebab itu dengan adanya Pilpres  menjadi sarana untuk berdialog dengan warga,” tutur Pakde Karwo sapaan akrabnya.

Demokrasi yang benar, bukan hanya berdialog saja akan tetapi juga  mempererat kehidupan dalam bermasyarakat, seperti menyapa istri dan anak, menghormati orang yang lebih tua. “Oleh sebab itu pikiran bermasyarakat harus dibangun dalam demokrasi saat ini,” ucapnya.

Sasaran selanjutnya setelah demokrasi terbangun adalah menciptakan kesejahteraan lahir dan batin di kehidupan masyarakat. Tanpa adanya kesejahteraan, penyelenggaraan Pilpres tidak akan ada gunanya. “Maka dari itu, masyarakat Indonesia khususnya Jatim harus berdoa agar Presiden yang terpilih nanti bisa menciptakan suasana yang bisa membuat lahir dan batin lebih sejahtera,” imbuhnya.

Kesejahteraan, jelasnya harus segera dibangun karena melihat gelombang kehidupan yang berlaku saat ini sangat liberal. Dimana harus diciptakan kondisi yang seimbang, yakni pihak yang besar berfikiran bisa hidup karena yang kecil, begitu juga sebaliknya.” Tapi, yang kecil harus didukung oleh berbagai pihak, bukan hanya pemerintah tapi juga  civil societyseperti Muhammadiyah. Dukungan tersebut harus dilakukan dalam kehidupan saat ini,”tambahnya.

Selain itu, ia berterima kasih kepada Muhammadiyah sebagai civil society yang telah bersama-sama dengan pemerintah mencerahkan masyarakat dalam segala kehidupan. Khususnya terhadap penutupan lokalisasi Dolly di Surabayasehingga potensi maksiat bisa dikurangi. (Eri)