03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Hadapi AEC 2015, Gubernur Siapkan SDM Berkualitas

Hadapi AEC 2015, Gubernur Siapkan SDM BerkualitasSurabaya, KabarGress.com – Salah satu persiapan Jawa Timur menghadapi era Asean Economic Community (AEC) pada 2015 adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik SDM non formal maupun SDM formal dengan standar Internasional. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat menjadi Keynote Speaker dalam acara Orasi dan Deklarasi Pemilu Damai 2014 serta Silaturahim BEM Nusantara Wilayah Jatim di Gedung Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat (4/7).

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, mengatakan untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang formal, yakni dengan meningkatkan rasio jumlah SMK:SMA menjadi 70 : 30. Berdasarkan data, perbandingan jumlah SMK:SMA pada 2013 adalah 56,43 : 43,57, sedangkan sampai Juni 2014, perbandingannya telah mencapai 42,33 : 57,67.

Tahun ini, Pemprov akan membangun sebanyak 70 SMK mini (30 diantaranya dibangun dari dana murni PAPBD 2014) di Pondok Pesantren se-Jatim. Sedangkan pada 2015 akan dibangun sebanyak 400-600 SMK mini berstandar ASEAN dengan berbagai bidang keahlian, diantaranya Teknologi dan Rekayasa, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kesehatan, Agrobisnis dan Agroteknologi, Perikanan dan Kelautan, Bisnis dan Manajemen, Pariwisatan, Seni Rupa dan Kriya, dan Seni Pertunjukan.

“Jika satu ponpes ada 30 siswa yang ikut SMK mini dan ada 70 SMK mini di Jatim, maka potensi penyediaan lapangan kerja baru adalah sebanyak 6.300 tenaga kerja terlatih. Ke depan, anak-anak lulusan SMK bukan hanya bisa mengelas pagar, tapi juga bisa mengelas kapal besar,” katanya.

Kemudian untuk peningkatan SDM untuk sarjana (S1) yang baru lulus (fresh graduate), Pakde Karwo akan menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan Universitas Brawijaya Malang untuk mengembangkan wirausaha baru (entrepreneurship) melalui inkubator bisnis. Para sarjana fresh graduate tersebut akan dibimbing dan didampingi untuk memiliki mental berwirausaha dan siap terjun ke dunia bisnis.

Sedangkan untuk peningkatan kualitas SDM non formal, Pakde Karwo akan meningkatkan pelatihan kerja di UPT Pelatihan Kerja dan UPT Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja (PPTK). Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kualitas angkatan kerja agar memiliki daya saing dalam mengisi peluang kerja, tingkat upah yang diperoleh dan kesejahteraan pekerja.

Pelatihan kerja meliputi pelatihan Institusional termasuk Competency Based Training (CBT), pelatihan Non Institusional atau Mobile Training Unit (MTU), pelatihan Swadana (kerjasama dengan pihak-III) yang dilaksanakan 16 UPT Pelatihan Kerja (BLK), serta pelatihan Produktivitas dan Wirausaha oleh UPT Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja (PPTK) Surabaya. Capaian pelatihan pada tahun 2012 secara keseluruhan meningkat 25,93%.

Dari sisi kelembagaan, Pakde Karwo juga akanmereposisi UPT PK/BLK ke arah bertaraf internasional. Output dari BLK bertaraf internasional memiliki kompetensi berstandar internasional yang pengakuannya diwujudkan dalam bentuk sertifikat kompetensi dari lembaga sertifikasi internasional dan mendapat perlakuan (gaji dan lain-lain) standar kompetensi internasional.

Standarisasi dilakukan dengan cara menerapkan manajemen mutu ISO, menggunakan dwi bahasa, memiliki workshop/bengkel/laboratorium standar internasional, menyelenggarakan training factory atau production unit standar internasional, memiliki sertifikat kompetensi dari LSP (score TOEIC/TOEFL > 450), memiliki partner kerja dengan institusi internasional dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Internasional.

Selain peningkatan kualitas SDM, Pakde Karwo juga terus membangun sektor UMKM. Upaya membangun sektor ini yakni dengan memperkuat skill, akses permodalan, dan manajemen. Peran UMKM sangat krusial sebab jumlah UMKM di Jatim yang sebanyak 6.825.931 mampu menyerap tenaga kerja sejumlah 11.117.439.

Senada dengan Pakde Karwo, Ketua Koordinator BEM, Wahyu Leksono mengatakan bahwa untuk menghadapi AEC 2015, mahasiswa harus memiliki kemampuan dan daya saing yang kuat. “Kita harus menyiapkan SDM karna pasar bebas negara Asean sedang menyasar investasi yang sangat besar di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Sekarang yang terpenting adalah apakah kita siap menghadapinya. Kita harus mampu bersaing dengan SDM negara lain,  mereka pasti juga menyiapkan dirinya untuk jadi yang terbaik,” katanya.

Hadir pada kesempatan itu, Pembantu Rektor III Unesa, Prof. Dr. Warsono, Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi, Kajur Manajemen Fakultas. Ekonomi Unesa, para Ketua BEM dari berbagai daerah di Jatim, perwakilan KPU Jatim, Bakesbangpol Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim. (Eri)