Revolusi Mental Bebaskan Masyarakat Jadi Kacung di Negeri Sendiri

Tim perumus visi dan misi Capres Joko Widodo, Prof Dr Thamrin Amal Tamagola (berdiri), saat menjadi pemateri di acara bedah visi misi capres yang digelar Departemen Mata Kuliah Umum (MKU) Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (2/7/2014).

Tim perumus visi dan misi Capres Joko Widodo, Prof Dr Thamrin Amal Tamagola (berdiri), saat menjadi pemateri di acara bedah visi misi capres yang digelar Departemen Mata Kuliah Umum (MKU) Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (2/7/2014).

Surabaya, KabarGress.Com – Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mencerahkan dan mampu merubah mental masyarakat. Indonesia memiliki kekayaan yang berlimpah, mulai dari tambang, pertanian, dan hasil laut. Namun, rakyatnya masih jauh dari kesejahteraan.

“Dari mana kita mulai, Jokowi sudah menjawab, Revolusi Mental. Kita punya semua, tapi kenapa orangnya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya jadi kacung di negeri sendiri. Jadi ada some thing wrong dengan mentalnya, sehingga Revolusi Mental adalah jawabannya,” ungkap Dr. Thamrin Amal Tomagola salah satu anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Rabu (2/7/2014).

Revolusi Mental menjadi salah satu solusi yang ditawarkan pasangan Jokowi-JK. Menurut Dr. Thamrin, masyarakat hendaknya tidak keliru dalam memahami revolusi mental yang diusung pasangan Capres-Cawapres nomor urut dua tersebut.

Tiga hal dalam revolusi mental milik Jokowi. Antara lain pertama, Re Learn, yaitu mengajarkan kembali nilai nilai sejarah perjuangan kepada para generasi muda, khususnya anak-anak. Kedua, Learn yaitu mempelajari kondisi saat ini, dan ketiga adalah An Learn, yaitu membuang penanaman jiwa dan sifat yang kotor.

“Jokowi menampilkan karakter yang sama sekali berbda, dari political leader yang selama ini. Jokowi sudah memperlihatkan mulai dari di Solo sampai di Jakarta. Dia menggunakan kekuasaan untuk melayani rakyat, bukan menggunakan rakyat untuk kekuasaan,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Pakar Pendidikan Universitas Surabaya (Ubaya), Dr. Hudiyo Firmanto. Menurutnya, kehebatan suatu bangsa, bukan karena kekayaan alam, luasnya negara, maupun kecerdasan masyarakatnya.

“Yang membuat negara itu hebat adalah karakter, contoh Singapura. Disana keluarga dengan penghasilan minim diberi tunjangan, tapi tidak ada satupun yang mengantri. Ternyata dengan penghasilan sekian mereka masih bisa hidup, so what? Nah mental ini yang harus dimiliki Indonesia,” katanya.

Dr. Hudiyo tertarik dengan isu mental yang diangkat Jokowi-JK sebagai upaya menuju Indonesia hebat. “Jokowi punya modal, dan orang-orang di sekitarnya, seperti Anis Baswedan, dan lainnya,” katanya.

Selain Dr. Thamrin Amal Tomagola dan Dr. Hudiyo Firmanto, acara yang digagas Departemen Mata Kuliah Umum (MKU) Ubaya, dalam seminar pendalaman visi-misi Capres dan Cawapres Ir.H. Joko Widodo dan Drs.H.M. Jusuf Kalla tentang “Revolusi Karakter Bangsa”, juga menghadirkan Dr. Daniel M. Rosyid, pakar pendidikan ITS, dan Drs. Priyatmoko, MA pakar ilmu politik Unair. (ro)

Leave a Reply


*