27/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Thamrin: Jokowi Akan Percepat Revolusi Mental

Tim perumus visi dan misi Capres Joko Widodo, Prof Dr Thamrin Amal Tamagola (berdiri), saat menjadi pemateri di acara bedah visi misi capres yang digelar Departemen Mata Kuliah Umum (MKU) Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (2/7/2014).
Tim perumus visi dan misi Capres Joko Widodo, Prof Dr Thamrin Amal Tamagola (berdiri), saat menjadi pemateri di acara bedah visi misi capres yang digelar Departemen Mata Kuliah Umum (MKU) Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (2/7/2014).

Surabaya, KabarGress.Com – Tim perumus visi dan misi Capres Joko Widodo, Prof Dr Thamrin Amal Tamagola, menegaskan Jokowi bukan pemimpin “omdo” atau omong doang (hanya bicara, red). Karena itu Jokowi jika terpilih menjadi presiden ke 7 kelak, maka akan melakukan revolusi mental dalam waktu singkat. “Sebenarnya, revolusi mental itu bisa dilakukan dalam kurun waktu 75 tahun, tapi Jokowi akan bisa mempercepat dalam kurun 10 tahun karena dia menjadi pemimpin yang tidak ‘omdong’,” tandasnya di sela-sela acara bedah visi misi capres yang digelar Departemen Mata Kuliah Umum (MKU) Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (2/7/2014).

Revolusi mental dilatarbelakangi Jokowi merupakan pemimpin sipil dari pedagang kecil, berangkat dari bawah, dan tidak suka bicara. Jadi, dia bukan pemimpin ujug-ujug atau instan yang lahir dari kalangan bisnis, militer, atau tokoh pergerakan, tapi pedagang kecil di bidang mebel, rakyat jelata, dan mengawali karier dari Wali Kota Solo. “Nilai-nilai itulah yang membuat orang seperti Jokowi akan melakukan Revolusi Mental,” tandas Thamrin.

Menurutnya, pola pikir bangsa Indonesia selama ini memang memandang bahwa hanya kalangan militer yang bisa menjadi presiden, pengusaha, dan bahkan tokoh pergerakan juga selalu dilihat dari asal usul orang tua yang militer, padahal kalangan sipil itu bukan hanya bisa menjadi pemimpin, tapi pemimpin yang punya nurani dan mampu merasakan nasib rakyat.

Peserta bedah visi misi capres bertajuk Revolusi Karakter Bangsa.
Peserta bedah visi misi capres bertajuk Revolusi Karakter Bangsa.

Terlebih, lanjut Thamrin, Jokowi berasal dari bawah dan kalangan rakyat jelata yang kebetulan sejak SD hingga SMA selalu menjadi juara kelas, karena itu dikotomi sipil-militer harus dibongkar dari pola pikir bangsa Indonesia bahwa kalangan sipil juga bisa memimpin, apalagi dia berproses dari bawah yang tidak instan.

“Saat ini, kepala daerah yang seperti itu juga sudah banyak, seperti Gubernur Sulsel yang berasal dari sekretaris lurah, Bupati Jembrana (Bali), Wali Kota Solo yang berasal dari pedagang kecil (mebel), Wali Kota Surabaya yang berasal dari akademisi, dan banyak lagi contoh kepala daerah dari sipil yang baik,” ujarnya.

Ia menilai para kepala daerah atau pemimpin yang baik itu memiliki “TERRIFIC Character” yakni trust (T), empaty (E), respect (R), responsibility (R), integrity (I), fairness (F), innovative (I), dan commitment (C).

Seri bedah visi misi capres bertajuk “Revolusi Karakter Bangsa” yang juga menampilkan Prof Dr Daniel M Rosyid (pemerhati pendidikan/ITS) dan Dr Hoediyo Firmanto (pemerhati pendidikan/Ubaya) itu, sosiolog UI itu menjelaskan tampilnya Jokowi sendiri merupakan revolusi mental, karena kalangan sipil selama ini dianggap tidak bisa apa-apa.

Sementara itu, seri bedah visi misi capres selanjutnya dengan tim perumus visi dan misi Prabowo Subianto yakni Dr Didik Rachbini akan digelar Departemen Mata Kuliah Umum (MKU) Universitas Surabaya (Ubaya) pada Sabtu (5/7). (ro)