22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Mahasiswa Australia di Ubaya Belajar Membatik

mahasiswa ausi belajar batik 3SURABAYA, KabarGress.Com – Sebanyak 7 mahasiswa Queensland University of Technology (QUT) Australia yang sedang mengikuti program beasiswa New Colombo Plan (NCP)  di Universitas Surabaya (Ubaya) akan belajar salah satu kebudayaan Indonesia, yaitu membatik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 1/7/14 pikil 13.00-15.00 di Rumah Batik Jawa Timur no 143 Surabaya.

Belajar membatik menjadi pilihan untuk mendalami kebudayaan Indonesia karena karyabaik  ini sudah diterima di masyarakat dunia. Ketujuh mahasiswa yang  terdiri dari :

 

Olga Katherine Hallmond
Kate Rose Sheehan
Jane Lydia Fung
Tamsin Maureen Quayle
Aleesa Dossie Ferguson
Jack Scott Gwyn
Mark Clayton Blake

 

akan diajarkan membatik mulai dari belajar aneka motif batik popular di Indonesia, kemudian menuangkan pola tersebut ke dalam kain putih dengan cara digambar manual dengan pensil, lalu di beri lilin menggunakan canting. Dan terakhir mahasiswa asing asal Australia ini masih disuguhkan dengan mewarnai kain yang sudah dibatik dan pelepasan lilin dari kain.

mahasiswa ausi belajar batik 1“Kegiatan membatik di Rumah Batik Jawa Timur dinilai sangat menarik karena mereka diberikan kesempatan untuk membuat sendiri kain batik, dimana batik merupakan warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia dan sudah diakui oleh UNESCO. Itu sebabnya kami mengajak mahasiswa QUT belajar membatik,” ungkap Adi Teja Kusuma, B.Bus M.Com selaku ketua program sekaligus menjabat Manajer Kantor Hubungan Internasional, Universitas Surabaya.

Ketujuh mahasiswa QUT Australia ini mempelajari pasar properti di Indonesia. Seluruh mahasiswa tersebut berasal dari program studi S1 Ekonomi Properti, QUT. Program ini dapat terwujud berkat dukungan dari pemerintah Australia melalui beasiswa New Colombo Plan (NCP), yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Australia mengenai Indonesia, baik dalam hal ekonomi properti dan juga budaya.

mahasiswa ausi belajar batik 2Selama 10 hari, tujuh mahasiswa ini didampingi oleh Ibu Connie Susilawati selaku Dosen QUT asal Surabaya yang juga pengajar mata kuliah Property Economics. Agar dapat membandingkan pasar properti di Indonesia dan Australia secara komprahensif, maka selain mengikuti kuliah yang diberikan oleh Fakultas Hukum Ubaya, mereka juga berkunjung ke Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya, Apartemen Metropolis dan perusahaan properti Citraland. Tidak lupa, mereka juga mengunjungi Ubaya Training Center di Trawas, rafting di Probolinggo, serta menikmati keindahan alam Gunung Bromo dan Air Terjun Madakaripura. (ro)