03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Sidang Paripurna Dijadikan Ajang Kampanye

rapat paripurnaSurabaya, KabarGress.Com – Sidang paripurna di DPRD Surabaya yang digelar Senin (30/6/2014) digegerkan dengan pernyataan anggota Fraksi Amanat Persatuan Kebangkitan Indonesia Raya (Apkindo), Yayuk Puji Rahayu. Dimana dalam sidang paripurna dengan agenda pembacaan pandangan umum (PU) itu, juru bicara dari Fraksi Gabungan (Apkindo) Yayuk Puji Rahayu, mengajak peserta yang hadir dalam sidang paripurna memilih salah satu pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

“Jombang Asemrowo, ojo bimbang (jangan ragu) pilih Prabowo,” kata Yayuk Puji Rahayu, saat membacakan parikan sebagai penutup pandangan Fraksi Apkindo.

Kontan saja, parikan yang dibacakan salah satu anggota Komisi D DPRD ini langsung membuat gaduh ruang sidang paripurna. Namun saat ditemui usai acara, Yayuk mengaku parikan yang ia bacakan tersebut memang sengaja sudah disiapkan. “Saya memang sengaja membacakan parikan itu. Itu juga atas sepengetahuan fraksi,” terangnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Surabaya yang juga berasal dari PDIP, Armuji menilai pembacaan parikan yang mengajak memilih kepada salah satu Capres sangat tidak etis dilakukan dalam forum sidang paripurna. “Mestinya itu (pembacaan parikan) dilakukan di luar sidang paripurna. Ini sangat tidak etis,” kritik Armuji.

Ketua Fraksi Apkindo, Eddy Rusianto, mengaku siap bertanggungjawab atas pembacaan parikan dalam akhir pandangan umum (PU) dalam sidang paripurna yang dibacakan oleh salah satu anggotanya.

“Kita siap jika nantinya dipersoalkan anggota BK (badan kehormatan) dan fraksi yang lain,” tandas Eddy Rusianto.

Menurut Eddy, pembacaan parikan oleh Yayuk Puji Rahayu sebenarnya tidak dibesar-besarkan. Meski demikian, ia mengakui jika pembacaan parikan berisi ajakan memilih Capres Prabowo itu sudah dipersiapkan sebelumnya.

“Selama ini kan teman-teman juga tahu, dalam setiap pandangan umum kita selalu diakhiri dengan parikan. Jadi kami menilai itu hal yang wajar,” katanya.

Sementara terkait isi parikan yang tadi dibacakan, Anggota Komisi B itu menjawabnya diplomatis. Menurutnya, lembaga DPRD sebagai lembaga politis telah memberikan hak politik yang sama kepada semua politikus DPRD Surabaya. “Di akhir masa jabatan anggota dewan, hal yang kecil biasanya seringkali diributkan. Tujuannya agar mendapat perhatian dari masyarakat,” tandasnya. (Tur)