29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Tawarkan Kerjasama TTI dengan Dubes Polandia

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, menawarkan hubungan kerjasama Trade (Perdagangan), Tourism (Pariwisata), dan Investment (Investasi) atau yang biasa disebut TTI dengan Duta Besar Polandia, H. E. Tadeusz Szumowski, di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/6).
Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, menawarkan hubungan kerjasama Trade (Perdagangan), Tourism (Pariwisata), dan Investment (Investasi) atau yang biasa disebut TTI dengan Duta Besar Polandia, H. E. Tadeusz Szumowski, di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/6).

Surabaya, KabarGress.com -​ Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, menawarkan hubungan kerjasama Trade (Perdagangan), Tourism (Pariwisata), dan Investment (Investasi) atau yang biasa disebut TTI dengan Duta Besar Polandia, H. E. Tadeusz Szumowski, di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/6). Kedua belah pihak bisa membuat daftar prospektus hubungan kerjasama utamanya di bidang TTI.

​“Jatim mempunyai hubungan yang baik dengan Polandia di bidang perdagangan, kebudayaan. Namun masih belum ada investor dari Polandia di Jatim. Untuk itu, Kedutaan Polandia bisa melihat secara langsung potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi yang ada di Jatim,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

​Ia mengatakan, Jatim dipandang sebagai wilayah yang sangat menarik bagi peningkatan hubungan kerjasama di berbagai bidang. Kedua pihak diharapkan dapat saling bertukar informasi mengenai berbagai prospek serta potensi kerjasama yang dapat ditingkatkan.

Dijelaskannya, TTI menjadi darahnya perekonomian di Jawa Timur. Investasi di Jatim sangat efisien dengan Return of investment (ROI)nya sangat cepat sekali. Investasi di Jatim semakin menarik karena ditunjang kondisi iklim investasi yang baik. Diantaranya besarnya potensi pasar untuk memenuhi kebutuhan 125 juta lebih penduduk di Indonesia bagian timur, kondisi yang aman dan nyaman, kinerja makro ekonomi Jatim yang tinggi, stabil dan berkelanjutan, ketersediaan infrastruktur transportasi, logistik, dan konektivitas yang terus dikembangkan.

​Selain itu, Pemprov Jatim juga memberikan jaminan pemerintah (government guarantee) kepada investor. Ada empat hal yang dijamin pemerintah yakni pelayanan perijinan investasi yang mudah, cepat dan bebas biaya proses, fasilitasi penyediaan lahan usaha/industri pada kawasan/zona industri, fasilitasi penyediaan tenaga kerja yang terampil dan produktif, jaminan penyediaan energi listrik dan gas yang cukup.

Di bidang pariwisata, Jatim memiliki potensi wisata seperti di Malang, Kota Batu, dan Banyuwangi yang cukup dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara. Di bidang perdagangan, kerjasama dengan negara-negara di Eropa kerjasamanya berkembang. Bahan baku yang dulu diekspor sudah berkurang, karena bahan baku sudah diolah di Jatim. “Bahan baku seperti energi dan batu bara tidak boleh diekspor jika tidak diolah. Sehingga penting untuk mendirikan smelther di Jatim. Nantinya bahan baku yang diolah di Jatim, bisa menjadi produk yang berkualitas ekspor sangat besar,” ujar Pakde Karwo.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Polandia untuk Indonesia, H.E. Tadeusz Szumowski, mengatakan kerjasama di bidang TTI merupakan hal yang bagus untuk dilakukan antara Polandia dengan Jatim. Pemprov Jatim bisa melakukan studi banding di Polandia selama 10 hari untuk melihat potensi-potensi yang bisa dilakukan kerjasama. “Tidak hanya kerjasama antar negara Polandia dengan Indonesia, tetapi juga antar provinsi,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Jatim dipandang sebagai wilayah yang sangat menarik bagi peningkatan hubungan kerjasama di berbagai bidang. Potensi kerjasama investasi dan perdagangan dengan Jatim antara lain di bidang perkapalan, pelabuhan, permesinan berat, galangan kapal, mesin konstruksi, perlistrikan, sistem pengairan, pemanfaatan limbah, serta pariwisata.

Setelah kunjungan ini, menurutnya, Konsul Kehormatan Republik Polandia akan membuat daftar potensi dan prospektus yang bisa dikerjasamakan antara kedua belah pihak. Kunjungannya ke Surabaya bertujuan untuk mendorong kerjasama antara Polandia dengan Jatim di bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, perdagangan maupun investasi. Ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut terhadap kunjungan Presiden RI SBY ke Warsawa pada September 2013, yang telah berhasil ditandatangani 12 MoU antara Kadin Indonesia dan Kamar Dagang Polandia, serta BKPM dan Badan Informasi dan Investasi Asing Polandia.

Berdasarkan data Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedutaan Besar Polandia di Jakarta, Ekspor Polandia ke Indonesia diantaranya peralatan permesinan, elektronik, zat-zat kimia, peralatan militer, hasil pertanian dan peternakan khususnya daging, serta produk olahan susu. Impor utama Polandia dari Indonesia diantaranya minyak nabati, karet, kopi, teh, tembakau, hasil kayu, tekstil, produk kaca, peralatan rumah tangga, dan furnitures. (Eri)