03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Koperasi Benteng Perekonomian Jatim

Surabaya, KabarGress. com – Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan benteng paling tangguh bagi perekonomian Jatim. “Koperasi turut berkontribusi sebesar 54 persen terhadap PDRB Jatim,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Sosialisasi Penyerapan Dana Bergulir LPDB-KUMKM Tahun 2014 dan Rencana Penyerapan Dana Bergulir LPBD-KUMKM Tahun 2015 di Convention Hall Grand City Surabaya, Jumat (27/6/2014).

Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim terus meningkat. Salah satunya bersumber dari peran koperasi. Koperasi telah menjadi tiang sekaligus benteng penyangga bagi perekonomian Jatim.

Gus Ipul biasa ia disapa mengatakan, di era globalisasi, keberadaan koperasi telah terbukti mampu bertahan dari terjangan badai krisis ekonomi dunia. “Tidak ada gunanya, jika saya dan Pak Gubernur bekerja keras namun keberadaan koperasi tidak diperkuat, karena koperasi tidak diperkuat maka perekonomian akan mengalami kehancuran,” ungkapnya.

Menghadapi AFTA 2015, pihaknya akan memperkuat koperasi dengan jalan memberi kemudahan akses terhadap pembiayaan. Untuk itu, fasilitasi pembiayaan oleh pemerintah menjadi penting.

Di Jatim, jumlah Koperasi mencapai sekitar 30 ribu lebih. Sedangkan untuk jumlah UMKM yang tercatat hingga tahun 2013 mencapai 6,8 juta unit.

Sejak tahun 2008 hingga saat ini, pinjaman dana bergulir yang telah diberikan oleh LPBD-KUMKM kepada koperasi dan UMKM di Jatim sebesar Rp628 Milliar atau setara dengan 14,3 persen dari total pinjaman seluruh Indonesia. Dari dana tersebut, disalurkan kepada 331 unit Koperasi penerima pinjaman melalui pola Linkage antara BPR dengan Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi sektor riil.

Ia menambahkan, dana bergulir yang bersumber dari APBD telah disalurkan melalui Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim. Sampai dengan Bulan Maret, telah disalurkan dana sebesar Rp813 Milliar pada 15.245 Koperasi dan UMKM. Sedangkan untuk, penyaluran KUR di Jatim sampai dengan tahun 2013 mencapai Rp20,7 Trilliun.

Pemprov Jatim, secara konsisten sejak tahun 2011-2014 meningkatkan kapasitas permodalan Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren), Koperasi Karyawan (Kopkar), Koperasi Wanita dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai embrio pra koperasi. “Total Koperasi wanita yang telah diberi tambahan permodalan sebanyak 7.000 Kopwan,” tegasnya yang disambut tepuk tangan ribuan penggerak Koperasi se-Jatim.

Di tempat yang sama, Menteri Koperasi dan UMKM Dr. Sjarif Hasan menjelaskan, misi dari pemberian dana bergulir adalah mengurangi pengangguran dan penyerapan tenaga kerja dapat terus meningkat serta menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

Ia menegaskan, penyerapan dana bergulir yang dilakukan oleh koperasi telah memberikan peningkatan kesejahteraan terhadap masyarakat Indonesia. Penyerapan dana bergulir yang diberikan kepada Jatim sangat tinggi. “Dalam kunjungan kerja saya, dari sabang-merauke dan dari Pulau Miangas ke Pulau Rote bahwa Koperasi Perempuan yang paling aktif penyerapannya di Jatim sangat tinggi dan terbaik se-Indonesia,” terangnya.

Selain penyerapan dana bergulir yang dilakukan oleh Koperasi di Jatim, kualitas Koperasi di Jatim juga terbaik dan masuk jajaran Koperasi di dunia. “Kualitas koperasi di Jatim adalah yang terbaik. Ini terbukti dari Koperasi Karyawan Semen Gresik yang mampu berada di peringkat 233 dunia dan ini satu-satunya di Indonesia,” ujarnya. (Eri)