29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Hutan Jatim Capai 42,8 Persen

Pakde KarwoSurabaya, KabarGress.Com – Kepedulian Pemprov dan masyarakat Jatim terhadap lingkungan terus dilakukan. Berbagai dilakukan bersama-sama dengan seluruh masyarakat Jatim agar tetap asri, bersih, dan terjaga. Anak-anak sejak kecil didik untuk menjaga lingkungan hidup yang bersih dengan menanam pohon. Langkah yang dilakukan telah membuahkan hasil, salah satunya hutan di Jatim telah mencapai 42,8 persen.

“Hutan di Jatim sudah mencapai 42,8 persen. Hutan Jatim lebih besar dari hutan rakyat di Eropa. Kondisi ini bisa dilihat ketika melintasi Jatim melalui udara dari pinggiran pantai mulai Malang sampai Pacitan, sudah penuh hutan,” ujar Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat Pencanangan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 di Pantai Kenjeran Surabaya, Rabu (25/6).

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu mengatakan, hutan di Jatim aturannya 30 persen yang terdiri dari 28 persen hutan perhutani dan 2 persen hutan milik rakyat. Namun sekarang ini sudah mencapai 42,8 persen hutan di Jatim karena banyak ditanami pohon sengon, mahoni, jabon, dan jatiemas. Bahkan daerah Blitar Selatan telah banyak ditanami Pohon Kelapa Sawit.

“Hutan rakyatnya sendiri 2 persen, hutan perhutani 28 persen, karena secara ekonomis menanam sengon, mahoni menjadi untung, kemudian lahan-lahan lain ditanami tanaman hutan rakyat, sehingga hutan di Jatim mencapai 42,8 persen. Ini luar biasa,” jelasnya.

Dijelaskannya, selain kondisi hutan yang telah bertambah baik, Jatim juga memperoleh berbagai penghargaan di bidang lingkungan hidup tingkat nasional. Selama empat tahun berturut-turut, Jatim memperoleh penghargaan laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD). “Prestasi ini merupakan kerja keras dari seluruh masyarakat Jatim dan menjadi kebiasaan untuk terus menjaga lingkungan,” kata Pakde Karwo.

Sebagaimana diketahui, pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2014 yang dilaksanakan di Istana Wapres RI beberapa waktu lalu, Pemprov Jatim mendapatkan apresiasi tertinggi dari pemerintah pusat yakni memperoleh penghargaan tertinggi dalam penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) secara nasional tahun 2013. Ini artinya Jatim telah mempertahankan penghargaan tersebut selama empat tahun berturut-turut sejak laporan SLHD tahun 2010.

Evaluasi terhadap Laporan SLHD dilakukan untuk mendorong pemerintah daerah melaporkan kondisi lingkungan hidupnya. Pada tahun ini, penyusunan SLHD Tahun 2013 terbaik untuk kategori provinsi adalah Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Jambi. Sedangkan untuk kategori kabupaten/kota diberikan kepada Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang, dan Kota Sungai Penuh.

Selain pemberian penghargaan SLHD, pemerintah pusat melalui Kementerian LH juga memberikan beberapa kategori penghargaan di bidang lingkungan hidup, yakni penghargaan Kalpataru, Adipura dan Adiwiyata. Untuk ketiga kategori itu, Provinsi Jawa Timur mendapatkan predikat terbanyak dari seluruh penghargaan yang diberikan.

Jatim juga memperoleh 30 penghargaan adipura terdiri dari 8 anugerah adipura kencana (53 persen) dan 22 anugerah adipura pada tingkat kabupaten/kota (26 persen). Adapun kedelapan kabupaten/kota penerima adipura kencana yakni Kota Surabaya (Kota Metropolitan), Kota Malang (Kota Besar), Kab. Tulungagung, Kab. Jombang, Kota Madiun, dan Kota Probolinggo (Kota Sedang), Kab. Lamongan dan Kab. Tuban (Kota Kecil).

“Sungguh membanggakan kinerja dan gotong royong dari seluruh masyarakat Jatim terhadap lingkungan hidup membuahkan hasil yang baik. Sebanyak 53 persen penghargaan Adipura Kencana ada di Jatim dan sebanyak 26 persen penghargaan Adipura dari Jatim. Sedangkan 40 persen penghargaan adiwiyata diraih sekolah-sekolah yang ada di kabupaten/kota Jatim. Ini satu hal yang baik. Jatim sudah pada posisi yang baik,” ujarnya.

Selain itu, Plakat Penyusunan Laporan SLHD Tahun 2013 terbaik untuk kategori kabupaten/kota diraih beberapa kabupaten/kota di Jatim antara lain Kab. Lamongan, Kota Surabaya, Kab. Lumajang. Untuk sekolah adiwiyata mandiri, Jatim memperoleh sebanyak 19 penghargaan sekolah adiwiyata mandiri tahun 2014. Sedangkan pada anugerah untuk sarana dan prasarana terbaik adipura tahun 2014, Jatim juga mendapat penghargaan lokasi terbaik Tempat Pemrosesan Akhir di Pasuruan.

Pakde Karwo berharap, kebiasaan kita untuk hidup sehat, menamam pohon, dan menjaga lingkungan terus dipertahankan. Sepanjang pantai di Jatim perlu diperbanyak tanaman mangrove.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini menyampaikan terima kasih telah diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Prov. Jatim Tahun 2014 di Pantai Kenjeran. Ia sempat merasa terkejut ketika Kenjeran dijadikan tempat untuk acara ini karena sebelumnya Pantai Kenjeran dikenal dengan image yang negatif. Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat semakin memperbaiki image Pantai Kenjeran. “Saya sempat bingung waktu ditunjuk Pantai Kenjeran jadi tempat tujuan peringatan,” ujarnya.

Selain itu, ia memiliki rencana untuk memperbaiki imagePantai Kenjeran yakni dengan membangun jembatan yang menghubungkan antara Pantai Kenjeran lama dengan yang baru. Nantinya akan jadi akses ke Bandar Udara Internasional Juanda. Lingkar luar timur Surabaya dilewatkan di Pantai Kenjeran ini. Pemkot akan memasang air mancur yang bisa menari di atas jembatan. “Ini semua dilakukan untuk memberikan image Kenjeran yang dulu terkenal tempat yang jelek. Oleh karena itu, kami mencoba membuat image Kenjeran menjadi lebih baik,” harapnya.

Dalam laporannya, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Prov. Jatim Indra Wiragana, SH mengatakan, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Prov. Jatim Tahun 2014 bertema “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim”. Pemprov Jatim mengajak semua pihak untuk peduli dan mengubah perilaku untuk menjaga kelestarian lingkungan. “Ini adalah tanggung jawab bersama masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jatim pada khususnya,” ujarnya.

Ia menyampaikan, untuk penilaian kinerja perusahaan tahun 2013 yang diikuti 175 perusahaan di Jatim, hasilnya terdapat peningkatan ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Ini dibuktikan dengan adanya 3 perusahaan yang memperoleh peringkat emas dan tidak ada yang memperoleh peringkat hitam,

Pada kegiatan tersebut, Pakde Karwo didampingi Bude Karwo dan Kepala BLH Prov. Jatim menyerahkan secara simbolis 5.000 bibit Mangrove dan buah-buahan, serta penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik kepada Walikota Surabaya. Penghargaan SLHD Terbaik berupa piagam dan trophi juga diserahkan kepada Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Malang.

Selain itu, Pakde Karwo menyerahkan penghargaan kepada 12 Tokoh Pelestari Lingkungan Hidup (3 perintis lingkungan, 8 penyelemat lingkungan, dan 1 pembina lingkungan) berupa piagam, trophi dan tabungan Rp. 5 juta, 117 sekolah penerima adiwiyata yang secara simbolis diserahkan kepada 36 Kepala Sekolah Penerima Adiwiyata, 12 Kepala Desa/Lurah Desa Bersemi Kategori Mandiri, serta 19 Pelaksana Pelaporan Pengelolaan Lingkungan Hidup Terbaik yang secara simbolis diserahkan kepada 3 Perusahaan Pelaksana Pengelolaan Lingkungan Hidup Kategori Terbaik (PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik, PT. Karya Dibya Mahardika, PT. Ispatindo Sidoarjo). (eri)