Pemprov Jatim Akan Perhatikan Para Hafidz dan Hafidzah

Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat meresmikan Gedung Graha Tahfidh Qur'anic Center di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (25/6).

Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat meresmikan Gedung Graha Tahfidh Qur’anic Center di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (25/6).

Sidoarjo, KabarGress.com – Pemprov Jatim akan memperhatikan juga keberadaan para hafidz dan hafidzah atau penghapal Qur’an yang ada di seluruh Jatim. Berdasarkan data yang ada kurang lebih ada lima ribu orang hafidz dan hafidzah yang membutuhkan perhatian dari pemerintah. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat meresmikan Gedung Graha Tahfidh Qur’anic Center di Kabupaten Sidoarjo, Rabu(25/6).

Menurutnya, para hafidz atau orang yang mau menghafalkan Qur’an adalah kekasih Alloh Swt. “Tidak semua orang bisa dengan mudah menghapalkan Qur’an begitu saja, apalagi jika tidak didasari niat yang ikhlas. Itulah karena banyak para hafidz atau hafidzah yang berprofesi ala kadarnya,” ucapnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah dengan membuat panel antar hafidz dan hafidzah se Jatim. Setelah panel terbentuk dengan baik maka data para hafidz akan diferifikasi dan disertifikasi. Proses validasi dan ferifikasi adalah proses penting yang nantinya bisa diajukan untuk mendapatkan tunjangan

“Proses ini juga kami lakukan saat akan memberikan tunjangan kepada para guru Madrasah Diniyah yang sudah berjalan sebelumnya. Karenanya kami berharap kerjasama semua pihak agar program untuk para hafidz ini kedepan bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Negara Arab baik Mekah atau Madinah para hafidz dan hafidzah sudah sejak dulumendapatkan tunjangan dari pemerintah. Itulah sebabnya di Arab banyak anak-anak yang sudah faseh menghapalkanQur’an. “Walaupun di Indonesia tidak diberlakukan hal tersebut, melalui program yang sedang digagas Pemprov semoga para hafidz bisa terangkat nilainya,” harapnya.

Keberadaan para hafidz dan hafidzah di tengah masyarakat, lanjut Gus Ipul, sungguh besar manfaatnya. Melalui merekalah maka penyebaran agama Islam bisa dilakukan secara maksimal. Selain itu kesucian kitab suci juga bisa benar-benar terjaga. “Saya yakin orang tua akan merasa tenang jika anak-anaknya diajar mengaji oleh sesorang yang hafidz Qur’an,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga menghimbauagar Gedung Tahfid itu bisa digunakan secara maksimal misalnya melalui kegiatan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ)atau majelis ta’lim. Sedangkan agar ekonominya bisa terus berjalan maka supaya dibangun koperasi. Dengan didirikankoperasi yang dikelola oleh para anggota tahfid maka hasilnya akan kembali ke anggota. “Dalam pelaksanaannya pengelolaan koperasi nanti hendaknya juga berkoordinasi dengan Pemkab setempat, agar bisa memperoleh bantuan,” tukasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Ia juga memberikan apresiasi atas dibangunnya Gedung Tahfidh Quranic Center, karena tidak ada campur tangan pemerintah saat pembangunanya. “Saya ikut bangga atas kepedulian pihak-pihak pada para hafidz, semoga gedung ini bisa menjadi ajang syiar islam dan memberi manfaat pada masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Sementara itu, Nadir Qur’anic Center H. Muclas Kurdimengatakan, di Kabupaten Sidoarjo saat ini terdapat kurang lebih 350 hafidz dan hafidzah. Tujuan dibangunnya gedung tersebut adalah sebagai tempat berkumpulnya para hafodz/hafidzah yang selama ini tidak terurusi. Gedung Tahfidh itu dibangun tanpa menggunakan bendera manapun, dan bentuknya hanya kemitraan saja. Dengan demikian  dari golongan islam manapun baik NU atau Muhammadiyah bahkan lainnya bisa menggunakan fasilitas di gedung ini kapan saja. (Eri)

Leave a Reply


*