21/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo: Sebanyak 58,8 Persen PDRB Jatim Berasal dari Koperasi dan UMKM

Magetan, KabarGress.com – Saat ini  jumlah atau total penerimaan PDRB Jatim setahun sebesar Rp1.135 trilyun. Dari tersebut sebanyak 58,8 persen atau sebesar Rp548,9 triyum berasal atau didapat dari sumbangan penerimaan sector Koperasi dan UMKM se Jatim. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jatim r. H. Soekarwo  yang lekat dipanggil  dengan  Pakde Karwo, saat memberikan sambutan pada Peringatan Puncak Hari Koperasi ke 67 Provinsi Jawa Timur di Stadion Mageti Kabupaten Magetan, Selasa (24/6/2014).

Dikatakan, dalam setahun sector Koperasi dan UMKM bisa membantu pemasukan untuk PDRB dengan jumlah yang sangat fantastic. Untuk itu, keberadaan koperasi ini harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Sebab, dengan koperasi maka masyarakat dapat lebih sejahtera, karena koperasi bisa menghapus kesenjangan  dan rasa ketidakadilan yang da di masyarakat bawah.

Bagaimana tidak, lanjut Pakde,  jumlah koperasi dan UMKM di Jatim yang tidak kurang dari 30 ribu koperasi ini bisa merekrutmen tenaga kerja sebanyak 97 persen dari total tenaga kerja di Jatim. “ Oleh karena itu, jangan sekali- kali ada yang berani mengurangi jatah atau bantuan untuk koperasi dan UMKM, dosanya besar. Sebab, koperasi ini ada dari masyarakat dan  hasilnyapun  kembali  untuk masyarakat,” tegasnya.

Selanjutnya Pakde Karwo mengatakan,  sampai saat ini Prov. Jatim selalu menjadi nomor satu se Indonesia dalam hal perkoperasian, dan yang paling membanggakan lagi adalah Jatim mendapat   anugerah dengan sebutan  atau menjadi provinsi penggerak Koperasi. Hal ini didapat atau diperoleh bukan karena banyaknya jumlah koperasi  atau perkembangan jumlah koperasi di Jatim. Tetapi lebih dari itu yaitu  predikat tersebut diraih karena dinilai dari program-program pemprov. Jatim yang bagus dan terencana serta semua program yang telah dibuat dapat dipertanggungjawabkan.

“Artinya, program yang disusun dan dibuat semua dapat dilaksanakan sekaligus bisa berkembang dengan baik. Sehingga, koperasi bisa jadi motor penggerak perekonomian, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Dan dampak yang diperoleh bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kecil yang selama ini tidak mendapatkan akses keadilan, sehingga kesenjangan yang ada sedikit demi sedikit terhapus dan tertutup oleh koperasi,” jelas Orang nomer di Jatim ini.

Menurut Pakde, kalau ingin Negara atau daerah itu bagus dan sejahtera maka bangun dan perkuat koperasi, karena koperasi adalah sebagai pilar ekonomi dan berkeadilan pada masyarakat sebab sasarannya adalah demi kesejahteraan. Koperasi hukumnya wajib, karena konsep koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota sekaligus masyarakat. Dan yang lebih penting lagi adalah koperasi sebagai alat penyeimbang kesejahteraan bagi masyarakat.

Untuk itu, tambahnya, dukunglah dan teruskan berjalan lurus dalam membangun dan mengembangkan koperasi dan UMKM di Jatim. Karena Pemprov. Jatim dalam 10 tahun ini telah mengambil dan membuat program membangun dan mengembangkan koperasi dan UMKM untuk mengurangi kesenjangan dan disparitas yang ada di masyarakat. Semoga dengan program yang dibuat pemprov. jatim ini benar dan tidak salah sehingga dapat mengentas kemiskinan dan pengangguran di jatim.

Sementara itu Kadiskop dan UMKM Prov. Jatim, Dr. Fatah Yassin melaporkan, dipilhnya peringatan koperasi ke 67 prov. Jatim dilaksanakan di Kabupaten Magetan ini, karena Magetan  nilai sebagai Kabupaten penggerak Koperasi pada tahun sebelumnya. Selain itu, Magetan juga mempunyai industry maju yakni produk alas kaki sepatu serta industry pariwisata sarangan.

Hal ini diharapkan dapat  menambah nilai positif  dengan menambah kesempatan untuk memunculkan potensi daerah  yang tadinya belum dikenal  masyarakat kuas, seperti produk batik serumpun bamboo yang merupakan batik khas magetan dan pengrajin gamelan menjadi terkenal dengan acara ini.

Karena bimbingan, perhatian dan bantuan yang selalu mengalir dari Pakde Karwo selaku Gubernur Jatim dengan dibantu oleh Gus Ipul, maka  dalam kurun waktu lima tahun perkembangan koperasi di Jatim menjadi barometer koperasi di Indonesia. Semua itu diperoleh karena dengan program- program bapak Gubernur dengan memberdayakan koperasi di desa-desa yaitu dengan memberikan bantuan hibah modal sebesar Rp25 juta – Rp50 Juta pada setiap koperasi.

Disamping kuantitas juga kualitas yang dinilai oleh pusat, sehingga sampai saat ini koperasi bisa berkembang dengan baik yakni Omsetnya per tahun mencapai Rp 40 trilyun dengan jumlah asset sebesar Rp 30 triyun. Sedang jumlah anggota sekitar delapan juta anggota se Jatim. (Eri)