18/01/2021

Jadikan yang Terdepan

MPC PP Surabaya Tak Terima Sikap Arogan Kasatpol PP

MPC PP Surabaya Tak Terima Sikap Arogan Kasatpol PPSurabaya, KabarGress.Com – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Surabaya pendukung Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Prabowo – Hatta, menyatakan tidak terima dengan sikap kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Dwijayanto, yang mencopot Alat Peraga Kampanye (APK) bergambar capres nomor urut 1 Prabowo – Hatta secara sewenang – wenang.

Ketua Bidang OKK Pemuda Pancasila Surabaya, Surin Welangon, mengatakan paska pelepasan spanduk yang dilakukan kepala satpol PP, dirinya (Irvan) langsung mendatangi posko RMP yang berada di Jl. Jaksa Agung Suprapto untuk melakukan permohonan maaf kepada seluruh Tim pemenangan Prabowo-Hatta.

“Memang kemarin malam Irvan meminta maaf kepada kami (Pemuda Pancasila dan Tim Prabowo-Hatta), dia mengatakan sangat menyesal dan mengembalikan semua spanduk yang dilepas. Tapi tidak bisa berhenti dengan hanya meminta maaf saja, hal ini akan kami laporkan kepada pimpinan pusat kami,” ungkapnya Selasa (24/6/2014).

Surin menuturkan, tindakan yang dilakukan oleh kasatpol PP itu tidak berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi). Pasalnya, yang berhak untuk melepas spanduk hanya dari dampingan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) baik kota, provinsi maupun kecamatan.

“Kami menyimpulkan bahwa sikap satpol PP ini salah kaprah, mulai dari Pilihan Gubernur (Pilgub), Pilihan Walikota (Pilwali), tak terkecuali Pilihan Presiden (Pilpres). Karena peserta pilpres merasa sangat dirugikan secara materi. Kami menghimbau kepada Panwaslu agar tidak membiarkan sikap arogan dari kasatpol PP,” tuturnya.

Hal senada juga dilontarkan Wakil Ketua 1 MPC, Arief Indriyanto yang mengatakan, bahwa tindakan Irvan terlalu overleping (berlebihan). Ia menginginkan dalam hal ini panwas kota maupun provinsi harus bersikap tegas kepada satpol PP agar tidak sewenang-wenang. Pria berkumis ini, menduga ada deskriminasi yang dilakukan kasatpol PP dalam pilpres tahun ini.

“Sekarang coba kita pikir ya, padahal masih banyak kasus lain misalnya seperti reklame liar yang masih belum tuntas, kenapa gak masalah itu aja dulu yang harus diselesaikan. Apa ini bukan deskriminasi namanya. Apabila di belakangan hari Irvan masih melakukan pelepasan spanduk lagi, saya minta Walikota Surabaya untuk mengganti kepala satpol PP,” tegasnya. (tur)