05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Jamin Kerjasama Jatim dan RRT Terus Terjaga

Gus Ipul Jamin Kerjasama Jatim dan RRT Terus TerjagaSurabaya, KabarGress.Com – Pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI tidak menghalangi hubungan kerjasama Jatim dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kondisi Perpolitikan tidak akan mengubah kerjasama RRT dengan Jatim. Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf menjamin kerjasama Jatim dengan RRT berjalan dengan normal dan terus terjaga, bahkan semakin dikembangkan.

“Siapapun yang terpilih dalam Pilpres kali ini tidak ada masalah, tidak perlu khawatir siapa pemenangnya. Hubungan RRT dan Jatim berjalan normal, ke depan bisa melakukan yang lebih banyak, tetap seimbang dan pro aktif di kedua belah pihak. Lanjutkan yang telah kita kerjakan,” ujar Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim saat menerima Konjen RRT Yu Hong di Ruang Kerja Wagub Jatim Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Selasa (24/6).

Ia mengatakan, pelaksanaan Pilpres dan Wapres RI ini sudah berjalan ketiga kalinya. Indonesia semakin dewasa dalam berdemokrasi, sehingga tidak akan mempengaruhi kerjasama yang ada dengan negara lain. Bahkan hubungan kerjasama kedua belah pihak akan semakin dikembangkan terutama di bidang investasi, perdagangan, dan pariwisata.

“Kerjasama dengan Jatim bisa dipertahankan dan diperluas ke sektor investasi, perdagangan, dan pariwisata. Kerjasama kedua pihak menjadi basis penting. Kerjasama dengan sister province di RRT bisa lebih mendalam,” katanya.

Dijelaskannya, kerjasama Jatim dengan RRT baik G2G (Government to Government), maupun Business to Business(B2B) semakin tahun semakin meningkat. Beberapa hasil kerjasama telah dilakukan melalui sister province antara lain terdapat lima provinsi atau kota setingkat provinsi yang telah bekerjasama dengan Jatim yakni Tianjin, Shanghai, Shandong, Guangxi, dan Zhejiang. Sedangkan pada tingkat kabupaten/kota, Surabaya dan Sidoarjo telah melakukan kerjasama sister city dengan daerah-daerah di Tiongkok yakni Surabaya dan Guangzhou dan Xianmen, sednagkan Sidoarjo dengan Jinan.

“Selain kerjasama yang ada, kami akan mendorong kerjasama antara daerah-daerah industri di Jatim seperti Gresik, Pasuruan, dan Bojonegoro dengan RRT,” jelasnya

Nilai investasi RRT sampai dengan tahun 2013, sebanyak 249 perusahaan dengan total nilai 2.011,41 juta dollar AS dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 22.597 orang. Terdapat lima komoditi utama ekspor non migas Jatim ke RRT adalah besi baja; mesin-mesin dan otomotif; alat-alat listrik; pulp dan kertas; pengolahan kayu, makan dan minuman, pertanian; pengolahan karet; kimia dasar dan produk-produk farmasi.

Sedangkan komoditi utama impor non migas Jatim dari RRT antara lain besi baja, mesin-mesin dan otomotif, kimia dasar, pengolahan tembaga, timah, plastik, pengolahan karet, pulp dan kertas, pertambangan, tekstil, pertanian dan makanan  ternak.

Sementara itu, Konjen RRT Yu Hong mengapresiasi terhadap hubungan kerjasama yang telah dilakukan di Jatim baik di lingkungan provinsi maupun kabupaten/kota. Kedua belah pihak bisa memperluas hubungan kerjasama, perkenalan masyarakat Jatim dengan RRT. “Dalam waktu mendatang bisa banyak pemuda dan masyarakat yang berpartisipasi dalam kerjasama RRT dengan Jatim. Kami akan terus mendorong kerjasama dari RRT dengan Jatim tidak hanya sister province, tetapi juga dengan kabupaten/kota yang ada di Jatim,” harapnya.

Dalam kunjungannya ke Kantor Gubernur Jatim itu, Yu Hong sempat menanyakan dampak yang akan terjadi saat dan sesudah pelaksanaan Pilpres dan Wapres RI terhadap kerjasama yang dilakukan Jatim dengan RRT kepada Gus Ipul. (Eri)