27/10/2020

Jadikan yang Terdepan

PKK Jatim dan KSF Cetak Generasi Berkualitas

Bude KarwoSurabaya, KabarGress.com – ​Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jatim dan Kartika Soekarno Foundation (KSF) saling bekerjasama dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Wujudnya bisa dilihat dari visi dan misi kedua organisasi yang selalu mengedepankan kepentingan anak agar menjadi generasi yang berkualitas sehingga bisa berguna bagi bangsa dan Negara.​ Hal tersebut disampaikan Ketua TP. PKK Prov. Jatim, Dra. Nina Soekarwo pada acara Aksi Peduli Bersama dan Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan obat dan tabloid swasta, di Halaman Masjid Agung Al-Akbar, Surabaya, Minggu (22/6).​

Yang paling menonjol antara TP PKK dan KSF adalah mengenai program kepada anak yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) holistik. PAUD Holistik di dalam tugasnya tidak hanya memberikan pembelajaran dan pendidikan saja, namun juga diajarkan cara pola pengasuhan anak yang benar. “Selain itu juga diajarkan upaya dalam meningkatkan pengembangan gizi balita hingga peningkatan kualitas pendidikan orangtua (smart parenting).

Dalam hal tersebut, terlihat bahwa antara TP PKK dan KSF mempunyai misi yang sama dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berkualitas,” ujar Bude Karwo sapaan akrabnya​.

Ia menjelaskan ada sekitar 10 ribu PAUD holistik di Jatim. Jumlah tersebut melebihi yang telah ditargetkan selama ini yakni 10 ribu PAUD holistik. Dengan jumlah tersebut kebutuhan esensial untuk anak khususnya balita bisa tercover dengan dilakukan pendampingan secara merata di setiap daerah. “Jumlah PAUD holistik diperkuat dengan adanya 46 ribu Posyandu di seluruh penjuru Jatim. Dengan begitu tersedianya dan terjaminnya anak untuk mendapatkan gizi, pendidikan dan parenting control yang tepat bisa terlayani. Pendampingan selalu dilakukan oleh TP PKK agar cita-cita selama ini untuk mewujudkan genarasi berkualtias bisa terjadi,” jelasnya.​

Bude Karwo menuturkan ada hubungan terciptanya generasi yang berkualitas dengan tingkat Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB). Apabila AKI dan AKB nasional setiap tahun mengalami kenaikan, hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi di Jatim. Di Jatim AKI dan AKB setiap tahunnya mengalami penurunan dan hal tersebut menunjukkan  hal positif bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. “AKI Jatim saat ini sebesar 97,39/100 ribu kelahiran hidup dan AKB sebesar 25,95/1000 kelahiran hidup Sementara Tingkat nasional 228/100 ribu kelahiran hidup (AKI) dan AKBnya 32,59/1000 ribu kelahiran hidup,” ucapnya.

Setiap tahun jumlah AKI dan AKB di Jatim terus menurun dan berkurang yaitu tahun 2010 AKI di Jatim sebesar 104/100 ribu kelahiran hidup, 2011 101/100 ribu dan 2012 turun lagi menjadi 97,47/100 ribu turun lagi menjadi 97,39/100 ribu kelahiran hidup di tahun 2013 ini. Sementara  tingkat nasional masih ada pada posisi 228/100 ribu kelahiran hidup.

Pada kesempatan yang sama, Kartika Soekarno, founderKSF mengatakan, TP PKK Jatim dan KSF bsia bersama-sama untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Salah satunya dengan bergerak bersama karena memiliki program dan misi yang sama. Tentunya, apabila hal tersebut terjadi, yang akan mendapatkan keuntungan tentunya Jatim sendiri dan Indonesia pada umumnya. “Nantinya, akan tercipta Soekarno baru, Cipto Mangunkusumo baru apabila hal tersebut terjadi,” ucapnya.

Ia menjelaskan sekilas mengenai KSF dimana memiliki beberapa kesamaan dengan TP PKK. The Kartika Soekarno Foundation for Anak Indonesia (KSF) didirikan pada tahun 1998 sebagai tanggapan terhadap krisis ekonomi Asia Tenggara. Bekerja sama dengan UNICEF dan CARE-USA, KSF mengumpulkan dana yang cukup besar untuk kampanye ‘Mencegah Generasi Hilang’, sebuah program yang dirancang untuk menjaga anak-anak di sekolah selama periode kesulitan ekonomi yang parah.

KSF terus mengumpulkan dana untuk program UNICEF Indonesia, tetapi pada tahun 2004, dengan membangun tim yang sangat berpengalaman dan berpengetahuan yang berbasis di Jakarta, mulai mendanai program pendidikan independen di tiga kabupaten di seluruh nusantara, segera diikuti oleh program-program kesehatan di tiga kabupaten lain. “Dewan Direksi aktif kami mencurahkan waktu mereka tidak dibayar, dan termasuk profesional yang sangat luas. Tentunya hal itu bertujuan agar tercipa generasi yang berkualitas dari tanah air Indonesia ini,“ tegasnya. (Eri)