03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Bangga Bangunan Sejarah Dijadikan Restoran

Gus Ipul Bangga Bangunan Sejarah Dijadikan RestoranSurabaya, KabarGrees.com -Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf sangat bangga karena bangunan yang bernilai sejarah dan budaya dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat.

“Saya sungguh bangga dan kagum karena bangunan sejarah dapat dimanfaatkan bagi masyarakat seperti restoran,gedung pertunjukan, tempat makan, musium dan tempat tempat lainnya tanpa merubah bangunan yang ada,” ujarnya saat memberikan sambutan pada peresmian restoran 1914 di Jl. Darmokali No. 10 Surabaya, Jumat (20/6/2014).

Ia mengatakan, dengan memanfaatkan gedung yang bernilai sejarah yang tidak terpakai dan diubah menjadikelebihan sekaligus ciri khas dari setiap restoran yang ada di Jatim.

Gus Ipul yang juga selaku Dewan Pembina Apkirndo ini mengapresiasi bangunan budaya yang telah direvitalisasimenjadi restoran dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. “Mudah-mudahan restoran yang telah berusia 100 tahun ini, bisa menjadi contoh bagi daerah lain siapapun yang memiliki bangunan sejarah untuk dapat dimanfaatkan gunamembangun kebersamaan hubungan manusia di dalamnya,” imbuhnya.

Restoran, saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan dan nongkrong saja. Akan tetapi, fungsi restoran sudah banyak berubah yakni sebagai tempat diskusi, berkumpul dan bersilaturahmi dari berbagai golongan tanpa membedakan suku dan agama.

PDRB Jatim di topang oleh 3 sektor utama. Sektor yang menempati urutan pertama yakni perdagangan, hotel dan restoran turut berkontribusi sebanyak 30 persen. Kedua, sekitar 26 persen ditunjang oleh industri olahan serta industri pertanian yang menyumbang sebesar 14 persen dari PDRB Jatim.  “Jadi sebanyak, 70 persen PDRB Jatim ditopang oleh 3 sektor utamasehingga saat ini Jatim, merupakan tujuan investasi utama di Indonesia,” tegasnya.

Meningkatnya investasi ini, bisa terlihat dari jumlah pabrik, tempat industri, hotel dan restoran yang jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. Selain pabrik dan tempat industri,Jatim juga menjadi primadona bagi negara lainnya untukmenanamkan investasinya. “Pasar Jatim sangat menjanjikan, bisa kita lihat negera seperti AS, Jepang, Korsel, Brazil, Malaysia hingga Singapura berlomba-lomba ingin menanamkan investasinya di Jatim,” imbuhnya.

Ia berharap, restoran 1914 yang dahulu di gunakan sebagai gedung pusat kebudayaan Prancis (CCCL) ini bisa berkembang dan masyarakat bisa belajar banyak sejarah sekaligus menikmatihidangan yang ada. “Semoga dengan dibukanya restoran yang didalamnya mengandung nilai budaya yang tinggi dapat berkembang dan terus berdiri kokoh,” terangnya disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Apkrindo JatimTjahyono mengakui bahwa, banyak pengusaha di Jatim yang ingin merubah bangunan cagar budaya menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Menikmati keindahan dan kemegahan bangunan sejarah yang ada sambil berkumpul bersama orang-orang terdekat menjadi hal yang langka di tengah banyaknya tempat hiburan saat ini,” imbuhnya.

Diharapkan, bangunan bersejarah yang telah dirubah menjadi tempat hiburan maupun tempat berkumpulnya masyarakat tidak dirubah bentuk, corak dan ukurannya sehingga kelak generasi muda yang akan datang bisa mengenang peninggalan dan perjuangan dari pahlawan bangsa. ( Eri)