02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

“Muga-muga Presiden Nanti Manfaat, Barokah dan Tentrem”

• Ratusan Warga Tumblek Blek di Desa Jajar

ngaji1
KH Anis Al Affat

Magetan, KabarGress.Com – Ratusan warga Desa Jajar Kec. Kartoharjo, tumblek blek mengikuti pengajian umum menyambut datangnya Ramadhan 1435 H, sekaligus haflah akhirussanah dan wisuda PAUD Rodloutul Muta’alimin, Dukuh Lemi Desa Jajar. KH Anis Al Affat, Katerban- Kedunggalar Ngawi, membakar semangat jamaah untuk tetap berbondong-bondong dalam Pemilu Calon Presiden dan Wakil Presiden. “Jagone diprisani dewe-dewe (calon presiden dan wakil presidennya dipilih sendiri saat pemilu nanti),” tutur KH Anis, mengisi pengajian umum, berlangsung Jumat malam (20/6), di halaman Masjid Roudltul Muta’alimin.

Kyai yang sering membuat ketawa jamaahnya karena lelucon-leluconnya itu berharap Pemilu Calon Presiden dan Wakil Presiden bermanfaat untuk umat. Berlangsung aman tentram , damai untuk semua umat. “ Moga presiden nanti manfaat, adem ayem dan tentram, “ tuturnya.

Sekarang ini , lanjut KH Anis, umat Islam harus Introspeksi . Banyak umat yang lupa untuk selalu bersholawat sehingga tidak mendapat manfaat dan barokah. Lagi pula banyak orang mudah bicara, tapi nyatanya dalam prakteknya mereka yang suka ngomong sulit nglakoni hal hal yang baik.

ngaji 2ngaji 3Dia mencontohkan tayangan di televisi, banyak orang berkomentar soal apa saja dengan mudah. Saling mengolok-olok, suka mengadu domba satu sama lain. “Ngomong iku kepenak, tapi ngalokoni iku susah. Kakehan omong iku kyok bakul jamu,” tuturnya, sambil mengatakan bahwa ngaji itu enaknya tidaka metani dan ngrasani teman sendiri.

Pengajian dihadiri sejumlah kyai, tokoh masyarakat, Kepada desa dan perangkat desa, anggota Polsek dan Polres Magetan. Mereka yang hadir tidak beranjak dari tempat duduk mendengar tauziah dari Kyai Anis yang bukan hanya membuat terpingkal-pingkal jamaahnya, tapi Kyai Anis juga mampu berolah vocal dan nembang Jawa.

KH Imam Nawawi , pengasuh Masjid Rodloutul Muta’alimin menuturkan, pengajian umum ini rutin dilakukan tiap menjelang bulan suci Ramadan. Warga selalu antusias apabila ada kegiatan keagamaan semacam ini. Menurutnya, bertahun-tahun kehidupan beragama di Desa Jajar tentrem, dengan menjaga kerukunan dalam beragama.

Warga diharapkan tidak terpengaruh adanya isu-isu atau faham-faham atau ajaran yang mengusik kehidupan beragama warga. “Dari dulu warga di sini tentrem dalam menjalankan agama. Jangan sampai tatanan beragama ini terusik dengan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan tuntutan agama Islam,” katanya. (*)