Wagub: Pemerintah Harus Perjuangkan KH. As’ad Jadi Pahlawan Nasional

Wagub Gus Ipul saat menghadiri peringatan 1 abad PP. Salafiyah Syafi’iyah Situbondo di halaman PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Selasa (17/6).

Wagub Gus Ipul saat menghadiri peringatan 1 abad PP. Salafiyah Syafi’iyah Situbondo di halaman PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Selasa (17/6).

Situbondo, KabarGress.com – Peran dan kontribusi pendiri Pondok Pesantren (PP)Salafiyah Syafiiyah, Almarhum KH. As’ad Syamsul Arifinsebagai tokoh dalam bidang pendidikan maupun perjuangannya dalam menegakkan NKRI sangat luar biasa dan dapat dirasakan oleh umat. Karena itu, pemerintah harus memperjuangkan KH. As’ad  agar mendapat gelar pahlawan nasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Peringatan 1 Abad PP. Salafiyah Syafi’iyah Situbondo di halaman PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Selasa (17/6).

Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim mengatakan, dalam bidang pendidikan, khususnya agama, almarhum KH. As’ad telah mendirikan PP Salafiyah Syafi’iyah dengan membabat alas pada tahun 1914, PP tersebut berkembag pesat hingga kini telah memasuki usia 100 tahun.

“Ribuan lulusan dari Pondok Pesantren ini telah tersebar di seluruh pelosok negeri, mereka mengabdikan dirinya kepada negeri ini, ada yang menjadi kiai, guru, ulama, dan berkiprah sebagai tokoh masyarakat. Selain untuk menyebarkan agama, mereka juga mengamalkan nilai-nilai luhur yang diajarkan almarhum KH. As’ad” katanya.

Selain itu, peran PP Salafiyah Syafiiyah dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga luar biasa. Diantaranya melalui berbagai dialog yang dilakukan para ulama lulusan PP Salafiyah Syafiiyahuntuk meyakinkan umat islam bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Berkat perjuangan tersebut, maka umat Islam tidak ada keraguan sedikit pun terhadap Pancasila. Hal ini kian memperkuat kekokohan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Jasa para ulama dari Pondok ini sangat besar,itulah warisan KH. As’ad Syamsul Arifin. Almarhum adalah pahlawan rakyat, umat, dan bangsa indonesia” tuturnya.

“Tinggal satu tok, pemerintah belum memberinya gelar kehormatan sebagai pahlawan kepada almarhum. Untukmemperjuangkannya, saya usul agar diawali dengan seminaryang diprakarsai Bupati, kemudian hasilnya disampaikan kePemprov, lalu Pemprov mengusulkan ke pusat agar bisaditetapkan sebagai pahlawan nasional. Meskipun gelar tersebut tidak penting bagi almarhum, tetapi gelar itu sangat penting bagi bangsa ini” tegasnya.

Selain itu, Gus Ipul juga mendukung permintaan PP Salafiyah Syafi’iyah yang ingin mendirikan Universitas. Ia  menilai, kualitas pendidikan yang diberikan oleh PP yang didirikan pada 1914 tersebut sangat baik dan mampu mengikuti perkembangan zaman. “Saya sungguh mendukung bila ponpes ini nanti oleh pak menteri dikabulkan keinginannya untuk membuat universitas” katanya.

Usulan Gus Ipul mendapat tanggapan positif dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin. Senada dengan Gus Ipul, ia sepakat bahwa KH As’ad pantas diberi gelar sebagai pahlawan nasional. Untuk mewujudkannya,diawali melalui usulan dari anggota keluarga.

“Saya dengar, PBNU sudah melakukan kajian dan usulan yang bertindak atas nama keluarga agar KH As’ad diberi gelar pahlawan nasional. Usulan ini akan kami tindak lanjuti, peran almarhum bagi kemajuan bangsa ini sangat luar biasa. Salah satunya melalui Pondok Pesantren ini” katanya.

Lukman Hakim berpesan, kesederhanaan, kemandirian, kesalehan dan keihklasan yang merupakan jati diri pesantren harus dipertahankan sebagai roh pendidikan yang menjadi jawaban serta solusi moralitas di era globalisasi saat ini.

“Keunggulan pesantren harus dipertahankan dan ditingkatkan sesuai dengan zaman modern, sehingga tidak hanya menjadi keunggulan historis, tetapi keunggulan masa depan dalam perkembangan dunia pendidikan Islam kontemporer yang mengedepankan kualitas, identitas dan daya saing” tuturnya.

Di bagian lain, Lukman Hakim juga menyetujui usulan Gus Ipul terkait pendirian Universitas Salafiyah Syafiiyah. “Saya setuju, mudah-mudahan negara bisa menaikkan statusnya menjadi universitas, dan universitas ini menjadi kebanggaan kita dan namanya harum hingga manca negara” ujarnya.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Situbondo, Bupati Banyuwangi, Syeikh Prof. Dr. H. Muhammad Fadil Al-Jailani asal Turki, pimpinan Ponpes, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy serta ribuan santri dan masyarakat sekit. (Eri)

Leave a Reply


*