03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Ponpes Media Implementasi Pengajian dan Wiritan

Wagub Saifullah Yusuf bersama Kyai Abd. Jalal dan Kyai Nurudin di acara peringatan Harlah ke 50 tahun PP. Nurul Qodim Paiton Kab. Probolinggo.
Wagub Saifullah Yusuf bersama Kyai Abd. Jalal dan Kyai Nurudin di acara peringatan Harlah ke 50 tahun PP. Nurul Qodim Paiton Kab. Probolinggo.

Probolinggo, KabarGress.Com – Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf mengatakan, Pondok Pesantren (Ponpes) sebagai media untuk belajar mengimplementasikan pengajian dan wiritan. Dua hal inilah yang membedakan Ponpes dengan lembaga pendidikan lainnya. “Di Ponpes orang diajari pengajian atau ta’lim pada para kyai dan ulama, selain itu juga diajari wiritan untuk memperkuat hubungannya dengan Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Atau konkritnya Ponpes tidak hanya mengajarkan yang wajib tapi juga yang sunnah,” jelas Gus Ipul sapaan lekat Wagub saat menghadir Peringatan 50 tahun Ponpes Nurul Qodim Paiton, Probolinggo, Minggu (15/6) malam.

Menurutnya, orang tua sangat pas jika menitipkan anak-anaknya di Ponpes. Tentunya dengan mempertimbangkan beberapa hal yakni siapa kyainya, siapa ulamanya, dan siapa pendirinya. Orang tua juga harus jeli memperhatikan nasab keilmuan pengasuh Ponpes nya, guru sebelumnya mondok dimana, dan seterusnya. “Jika kita jeli dan cermat maka guru-guru tersebut akan ada sambungannya pada Rosululoh SAW,” tukasnya.

Ia menambahkan, hubungan antara guru dan murid adalah sampai dengan dia meninggal. Walaupun guru atau kyai sudah wafat murid akan selalu mengenangnya, karena seorang guru ketika mengajar selalu diwarnai keikhlasan. Jika diibaratkan santri dan guru seperti cangkir dan teko, saat cangkirnya tenang maka air yang ditumpahkan dari teko tidak akan berantakan dan begitupun sebaliknya. “Itulah sebabnya jika kyai atau guru wafat akan tetap dicari santrinya, bahkan diperingati setiap tahunnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, jika ingin ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat untuk semua orang ada empat syarat yang harus dipegang teguh. Pertama yakni hatinya harus bersih, selanjutnya adalah uang yang dikirimkan oleh oarang tua kepada santri yang mondok adalah halal dan bersih. Ketiga yaitu doa kedua orang tua, dan terakhir ridhonya para kyai dan guru-guru. “Semoga semua santri-santri di semua Ponpes selalu bisa menerapkan 4 syarat tersebut, sehingga bisa memajukan agama dan bangsa sesuai akidah yang benar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Ponpes . Nurul Qodim Kyai Abdul Jalal mengingatkan kepada seluruh pengurus Ponpes, bahwa jabatan seseorang tidaklah kekal ada ujung dan pangkalnya. “ Jabatan itu penting, tapi harus diimbangi dengan kepemimpinan dan perbuatan yang baik. Agar terus diingat oleh masyarakat walaupun pejabat tersebut telah tiada,” pesannya. (eri)