04/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Jatim Pertahankan Juara Nasional LKG PKK

Penghargaan Juara Umum diserahkan Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH kepada Ketua TP PKK Provinsi Jatim Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi pada Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXI Tahun 2014 di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya, Sabtu (14/6).
Penghargaan Juara Umum diserahkan Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH kepada Ketua TP PKK Provinsi Jatim Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi pada Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXI Tahun 2014 di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya, Sabtu (14/6).

Surabaya, KabarGress.Com – Jawa Timur berhasil mempertahankan Piala Juara Umum Lomba Kesatuan Gerak (LKG) PKK tingkat nasional. Penghargaan Juara Umum diserahkan Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH kepada Ketua TP PKK Provinsi Jatim Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi pada Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXI Tahun 2014 di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya, Sabtu (14/6).

Penyerahan penghargaan disaksikan Wakil Presiden RI Boediono beserta Istri Ny. Herawati Boediono, Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo dan Kepala BKKBN Pusat.

Penghargaan juara umum itu diserahkan kepada Ketua TP PKK Provinsi Jatim karena dinilai mampu menggerakkan kader-kader PKK di wilayahnya. Selain itu, penetapan Jatim menjadi juara umum karena telah mendominasi berbagai juara yang dilombakan TP PKK Pusat antara lain Jatim memperoleh Pakarti Utama I kategori kabupaten lomba PKK KB Kes (Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau Kabupaten Malang).

Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Jatim memperoleh Pakarti Utama II untuk kategori kabupaten (Desa Donorejo Kecamatan Donorejo Kabupaten Pacitan), Pakarti Utama III untuk kategori kota (Kelurahan Petamanan Kecamatan Panggung Rejo Kota Pasuruan). Lomba Posyandu, Jatim memperoleh Pakarti Utama I kategori kota (Posyandu Alpukat, Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Sukun Kota Malang), Pakarti Utama II kategori kabupaten (Posyandu Cempaka, Desa Beran Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi).

Selain itu, Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Jatim memperoleh Pakarti Utama I kategori kabupaten (Desa Pelem Kecamatan Karang Rejo Kabupaten Magetan), Pakarti Utama II kategori kota (Kelurahan Jambangan Kecamatan Jambangan Kota Surabaya).

Seusai menerima penghargaan, Bude Karwo sapaan akrabnya mengatakan, penerimaan penghargaan tersebut sebagai wujud apresiasi kepada seluruh kader PKK di Jatim baik provinsi maupun kabupaten/kota hingga dasawisma. Prestasi ini merupakan akumulasi dari banyaknya penghargaan yang diterima Jatim.

Tahun lalu, TP PKK Provinsi Jatim juga telah memperoleh juara umum pada Peringatan Harganas XX Tahun 2013 di Kendari, Sulawesi Tenggara. “Saya bersyukur kepada Allah SWT dan juga merasa bangga terhadap kader PKK di seluruh Jawa Timur atas pengabdian dan kinerja yang luar biasa sehingga mampu mencapai prestasi tertinggi di tingkat nasional. Jatim kembali mampu mempertahankan juara umum lomba-lomba PKK,” katanya bangga.

Selain prestasi dalam LKG PKK, sejumlah bupati dan walikota dari Jatim juga meraih tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang diserahkan oleh Wakil Presiden, Boediono atas nama Presiden RI. Adapun penerima tanda kehormatan dari Jatim antara lain Bupati Ponorogo H. Amin, SH, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto, SH, Bupati Mojokerto H. Mustofa Kemal Pasha, SE, Bupati Kediri Dr. Hj. Haryati Sutrisno, Bupati Sidoarjo H. Saiful Illah, SH, Mhum, dan Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini, MT.

Selain itu Jatim juga memperoleh piagam penghargaan kepada Pengelola Tribina kategori Bina Keluarga Lansia yang diserahkan kepada Kelompok BKL Rambutan Provinsi Jatim.

Pada Puncak Peringatan Harganas XXI Tahun 2014, Wapres, Boediono mengajak kepada seluruh keluarga di Indonesia untuk memantapkan langkah menggerakkan kembali Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga di tanah air. Program-program itu diarahkan pada pengendalian jumlah penduduk dan pengaturan jarak kelahiran, peningkatan kualitas penduduk, hingga peningkatan pendapatan keluarga sejahtera dan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui kegiatan bina keluarga yang meliputi balita, anak remaja, hingga lansia.

Pada kesempatan ini, Wapres meminta kepada para Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk menyukseskan program di daerahnya masing-masing dengan menyusun program dan kegiatan di bidang Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga secara terpadu.

“Saya  mengingatkan perlunya penggunaan data yang sama dan koordinasi sasaran dengan semua stakeholder baik di tingkat Pusat maupun Daerah yang dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya,” kata Wapres saat Pencanangan puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional XXI di Lapangan Makodam Brawijaya, Kota Surabaya, Sabtu (14/6)

Dikatakan, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar peringkat ke-4 dunia, upaya yang harus dilakukan untuk menyejahterakan seluruh penduduk dengan meningkatkan kualitas manusia, bukanlah pekerjaan yang mudah. Mengingat tempat tinggal penduduk yang tersebar dI kepulauan merupakan tantangan kita dalam memberikan pelayanan yang memadai.

Wapres berharap, semua komponen bangsa, baik pemerintah, penggiat LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh dunia usaha saling bahu membahu memperhatikan masalah kependudukan dimulai dari hal yang sederhana, yaitu dengan menggerakkan upaya untuk membatasi jumlah dua anak cukup, demi kesehatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia. “Kita sadari bersama bahwa generasi yang berkualitas bermula dari kelahiran yang direncanakan,” katanya.

Saat ini banyak program pemerintah yang mengandalkan pada pemberdayaan perempuan sebagai tumpuan pembangunan keluarga. Seperti di bidang kesehatan, pendidikan, dan penanggulangan kemiskinan, sebagian besar memberikan peran perempuan sebagai ujung tombak pelaksananya.

Pada kesempatan ini, Wapres Boediono menyampaikan apresiasi kepada para ibu dan perempuan Indonesia atas perannya dalam membina kualitas keluarga Indonesia. “Tanpa mengurangi penghargaan kita kepada peran bapak dalam membina keluarga, pembangunan karakter keluarga, sangat ditentukan oleh peran sentral seorang ibu,” katanya.

Wapres mengingatkan, bahwa kualitas keluarga menentukan kualitas manusia, terutama generasi muda sebagi generasi pengganti, menentukan kemajuan bangsa. Kualitas manusia ditentukan oleh keterampilan, pengetahuan serta kemantapan pribadinya yang ditentukan oleh keteguhan karakternya. “Dalil ini jangan kita lupakan. Berhasil tidaknya kita memajukan bangsa tergantung berhasil tidaknya kita membangun keluarga dan membangun manusia yang berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan TP PKK Prov. Jatim. Salah satunya yang dilakukan adalah kader-kader PKK Jatim ikut mendampingi ibu-ibu hamil yang berisiko tinggi. “PKK memang luar biasa,” ujarnya.

Dengan dilakukannya kegiatan tersebut, tahun 2013, total fertility rate (TFR) Jatim bisa mencapai 1,75, laju pertumbuhan penduduk (LPP) mencapai 0,659 persen.

Selain itu, kader PKK Jatim juga berhasil menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi. Tahun 2013, AKI Jatim mencapai 97,39 per 100 ribu kelahiran hidup, AKB Jatim mencapai 25,95 per 100 ribu kelahiran hidup.

Sementara itu, Kepala BKKBN Fasli Djalal, pasca otonomi daerah, banyak daerah yang mengendorkan prioritas program kependudukan dan Keluarga Berencananya sehingga kualitas dan kuantitas sumber daya berkurang. “Jika kelembagaan tidak utuh, sumber daya manusia tidak cukup dan profesional serta alokasi dana berkurang, maka sulit bagi 500 kabupaten/kota untuk menyukseskan program kependudukannya. Namun Kepala BKKBN memuji 18 pemerintah daerah yang telah mendirikan Badan Kependudukan dan KB daerah sesuai perintah Undang-Undang.”

Dalam peringatan kali ini, diserahkan berbagai bantuan antara lain bantuan dari Kementerian Kesehatan RI berupa 2 ton makanan pendamping ASI dan 2 ton biskuit untuk ibu hamil kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, bantuan sosial berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni dan bantuan kelompok usaha bersama senilai Rp 5,5 milyar dan bantuan berupa sembako untuk 80 KK sebesar Rp. 20 juta untuk Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim.

Selain penyerahan bantuan berupa modal bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dari Badan Amil Zakat Nasional kepada Musni (Kelompok Panji Gumilang), Lilik (Kelompok Cantik), dan Rusmiyati (Kelompok Gotong Royong). (Eri)