20/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Kick Off Lifebuoy Mother’s Program

* Lifebuoy dan TP PKK Pusat Targetkan 5 Juta Ibu Sadar PHBS dan Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun bagi Peningkatan Kualitas Kesehatan Keluarga Pada Hari Keluarga Nasional

Kick Off Lifebuoy Mother s ProgramSurabaya, KabarGress.Com – Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan persentase rumah tangga yang memenuhi kriteria Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kategori baik secara rata-rata nasional hanya 32,3%. Hasil SDKI 2012 juga menyebutkan, sepanjang periode 2007-2012 kasus kematian ibu melonjak cukup tajam. Diketahui, pada 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 359 per 100 ribu penduduk atau meningkat sekitar 57 persen bila dibandingkan dengan kondisi pada 2007, yang hanya sebesar 228 per 100 ribu penduduk.

Bertepatan dengan Perayaan Hari Keluarga Nasional, PT. Unilever Indonesia Tbk melalui brand sabun kesehatan Lifebuoy bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Pusat (TP PKK Pusat) meluncurkan Mother’s Program/Program Ibu Lifebuoy untuk Peningkatan Kualitas Keluarga terutama kualitas kesehatan Ibu dan Balita. Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXI dengan tema “Melalui Hari Keluarga, Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga dalam Mewujudkan Indonesia Sejahtera” dilaksanakan 12-14 Juni 2014 di kota Surabaya.

Sejalan dengan HKN Lifebuoy juga luncurkan Mother’s Program/Program Ibu Lifebuoy yang akan menjangkau 250 kader PKK dari 34 propinsi di Indonesia dan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Kamis (12/6/2014).

Health, Wellbeing and Nutrition Program Manager Yayasan Unilever Indonesia, Waila Wisjnu, Kamis (12/6/2014), menjelaskan kemitraan PT Unilever Indonesia Tbk melalui brand Lifebuoy dan TP PKK Pusat sejalan dengan komitmen bersama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, sekaligus merupakan salah satu upaya dalam membantu pemerintah mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) terutama target MDGs keempat dan kelima yakni penurunan tingkat kematian anak-anak bawah 5 tahun (balita) dan meningkatkan kesehatan Ibu.

Waila menjelaskan PT Unilever Indonesia Tbk melalui lifebuoy secara konsisten mensosialisasikan pentingnya PHBS melalui CTPS semenjak tahun 2009. Hal ini sejalan dengan misi Social Mission Brand Lifebuoy: membuat 220 juta penduduk Indonesia merasa aman dengan meningkatkan kondisi kesehatan dan kebersihan mereka. Ini sekaligus wujud nyata dari strategi perusahaan yang tertuang dalam Unilever Sustainable Living Plan (USLP) melalui pilar Peningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Improving Health and Well-Being.

Sementara itu, pakar kesehatan yang juga merupakan Staf ahli Menkokesra bidang MDG’s, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, yang turut hadir dalam selebrasi Harganas XXI, DR.TB Rachmat Sentika menegaskan melonjaknya tingkat kematian ibu di tahun 2007-2012 menyatakan bahwa diperlukan upaya yang lebih besar lagi, tidak hanya dari pemerintah. Tapi juga semua pihak, masyarakat umum, lembaga masyarakat maupun pihak swasta untuk bisa mencapai target MDGs ke 4 dan ke-5 pada tahun 2015.

Menurut dr Rachmat, cuci tangan pakai sabun merupakan upaya promotif preventif atau seperti vaksin yang dapat kita lakukan sendiri. Mudah dan murah untuk mencegah beragam penyakit, terutama yang mengancam balita seperti diare dan ISPA.

Karenanya upaya akselerasi PHBS dan CTPS akan sangat efektif dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga Indonesia. Langkah yang diambil oleh PT. Unilever Indonesia Tbk melalui Lifebuoy ini merupakan langkah nyata pihak swasta dalam berperan aktif mendukung program MDG 2015. ”Kami apresiasi langkah ini dan kami berharap langkah ini dapat diikuti oleh pihak swasta lainnya,” ungkap dr Rachmat.

Sebagai bagian dari realisasi komitmennya, Lifebuoy bersama PKK menyelenggarakan Mother’s Program; program pemberdayaan Ibu dan calon Ibu untuk menjadi agent of change dalam keluarga. Program ini akan menjangkau 5 juta ibu dan calon Ibu di 34 propinsi dengan memberikan edukasi pentingnya PHBS termasuk CTPS bagi kesehatan kepada ibu.

Program ini juga diharapkan dapat membantu akselerasi pencapaian target rumah ber-PHBS nasional tahun 2014 pada tingkat 70 persen dengan mengoptimalkan peran ibu sebagai pelopor kesehatan keluarga melalui peran serta kader-kader PKK di seluruh Indonesia.

Peluncuran Mother’s program tersebut ditandai dengan diadakannya seminar sosialisasi bagi 250 kader PKK dari 34 propinsi di Indonesia dan 38 kabupaten kota di Jawa Timur dengan mengangkat tema sosialisasi pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dalam upaya menekan angka kematian Ibu dan Balita. Hadir sebagai pembicara dalam seminar yakni Ketua Umum TP PKK Vita Gamawan Fauzi, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Nina Soekarwo, Pakar Kesehatan dr. DR. TB Rachmat Sentika dan Public Health Education Manager Yayasan Unilever Indonesia, Waila Wisjnu.

Waila menambahkan target dari kemitraan yakni tercapainya pemberdayaan 5 juta Ibu dan Ibu yang baru melahirkan, sebagai sasaran utama Mother’s Program ini, mendapatkan edukasi pentingnya PHBS termasuk CTPS bagi kesehatan keluarga. Hal ini dikarenakan lebih dari 40% terjadi kematian ada anak di bawah 5 tahun yang terjadi pada 28 hari pertama dalam masa hidup anak. ”Dan infeksi neonatal termasuk sepsis, pneumia, diare, tetanus terhitung kurang lebih 36 persen dari seluruh kematian neonatal,” ujar Waila.

Vita menjelaskan PKK mempunyai komitmen untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional dan membantu upaya pencapaian tujuan Millenium Development Goals. Melalui program ini, sosialisasi PHBS dan CTPS akan digerakkan ke seluruh keluarga di Indonesia melalui kader-kader PKK yang berada di 34 provinsi.

Vita berharap apa yang menjadi komitmen dapat diwujudkan yakni terciptanya keluarga-keluarga Indonesia yang sehat melalui PBHS salah satunya Cuci tangan pakai sabun. (ro)