04/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Novertis Gandeng NLP Tekan Angka Penyebaran Kusta

Head Sub Directorate Leprosy dan Yaws, dr. Christina Widaningrum, MKes.
Head Sub Directorate Leprosy dan Yaws, dr. Christina Widaningrum, MKes.

Surabaya, KabarGress.Com – Indonesia merupakan negara memiliki angka penderita kusta tertinggi ke-3 setelah India dan Brasil. Sejak 2000 lalu hingga saat ini masih stabil dengan angka 220.000 kasus penderita kusta yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

Diperlukan sosialisasi pencegahan sejak dini akan penyakit ini kepada masyarakat. Kusta dapat sembuh jika ditangani sejak dini, hanya tidaklah mudah untuk mengenali  gejala awal penyakit ini, diperlukan keahlian khusus dari medis untuk mengenalinya.

“Masa inkubasi dari penyakit kusta memang lama antara 2 hingga 5 tahun, sejak kita bersentuhan dengan penderita. Kusta bisa disebut penyakit menular yang sulit menular,” demikian ungkap Head Sub Directorate Leprosy dan Yaws, dr. Christina Widaningrum, MKes, di Surabaya, Selasa (11/6/2014).

Menurutnya, salah satu upaya menekan bertambahnya penderita kusta, Novartis Foundation for Sustainable Development (NFSD) melakukan kerjasama dengan Netherlands Leprosy Relief (NLR) dalam pelaksanaan program nasional untuk pengendalian penyakit kusta dan bermitra dengan Internasional Federation of Anti Leprosy Association (ILEP) untuk menghentikan penyebarannya.

Pengobatan penyakit kusta sejak dini dapat memotong mata rantai dari penyebaran penyakit ini. “Dan dengan pengobatan yang tepat pasien dapat sembuh total,” tandasnya. (ro)