20/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Hadapi ACFTA Pariwisata Jatim Diperkuat

Sekdaprov Jatim menerima audiensi World Bank dan AIPD di ruang kerja Sekdaprov Jatim,
Sekdaprov Jatim menerima audiensi World Bank dan AIPD di ruang kerja Sekdaprov Jatim,

Malang, KabarGress.com – Jatim terus melakukan pembenahan dan memperkuat sektor pariwisata guna menghadapi persaingan pasar bebas khususnya ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) tahun depan. “Jatim menyiapkan diri menghadapi ACFTA dengan terus mempromosikan sektor pariwisata guna menyejahterakan masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jatim H. Akhmad Sukardi saat membuka Rapat koordinasi Strategi Pengembangan Pariwisata Dalam menghadapi ACFTA di Hotel Horison Ultima, Malang, Selasa (11/6/2014) malam

Ia menegaskan, saat ini pariwisata memiliki peran penting karena bisa menjadi andalan pertumbuhan ekonomi, dan mendongkrak pendapatan daerah serta penghasil devisa negara.

Dia mencontohkan, Kabupaten Lamongan yang dulu dikenal daerah yang sangat panas dan termasuk dalam kawasan daerah tertinggal. Namun, seiring berjalanya waktu dengan adanya inovasi dari pemerintah daerah untuk menggerakkan sektor pariwisata dengan membangun Wisata Bahari Lamongan (WBL) saat ini Lamongan menjadi tujuan wisata utama di Jatim.

Selain WBL, daerah lain yang terdongkrak karena adanya sektor pariwisata yakni Probolinggo karena adanya Gunung Bromo, Kediri ada Gunung Kelud yang masih aktif dimana keindahan alamnya tidak ada di daerah lain.

Tahun 2013, jumlah kunjungan wisatawan ke Jatim mengalami peningkatan sebesar 11, 47 persen dibandingkan tahun 2012. Pada tahun 2013, kunjungan wisatawan yang masuk ke Jatim sebanyak 36.367.362 wisatawan. Dari jumlah tersebut, wisatawan asing masuk ke jatim sebanyak 300.909 orang dan wisatawan domestik 36.062.353 orang

Sebagian besar, wisatawan mancanegara tersebut berasal dari Inggris, Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, hongkong, Uni emirat Arab, Jerman, Jepang dan Cina. “Kami targetkan, di tahun 2014 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim sebanyak 322.570 orang,” tuturnya.

Ke depan, Pemprov Jatim terus meningkatkan dan mengembangkan sektor pariwisata guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Upaya tersebut, yakni dengan menggali potensi wisata Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) suatu daerah. Selain itu, Pemprov Jatim juga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, karena pengembangan kawasan wisata merupakan salah satu konsep pengembangan jaringan.

Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan Setdaprov Jatim, Drs. Bawon Adhi Y. M. Si melaporkan, bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kepariwisataan di Jatim khususnya bagi peningkatan kualitas daya saing tujuan pariwisata.

Tujuan Rakor adalah mensinkronkan keterpaduan pengembangan pariwisata Jatim agar terarah, terpadu dan berkelanjutan, serta mengidentifikasi tantangan serta kendala dalam menentukan strategi pengembangan pariwisata yang ada. (Eri)