18/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Perempuan Pelopor Jatim – Australia Barat Bangun Jejaring

Hj. Nina Soekarwo berbincang dengan delegasi Australia Barat pada acara Workshop Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Perempuan
Hj. Nina Soekarwo berbincang dengan delegasi Australia Barat pada acara Workshop Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Perempuan

Surabaya, KabarGress.com – Peran perempuan dalam pembangunan ekonomi Jatim, meski skalanya masih terbatas namun keberadaannya menjadi daya dukung yang sangat berarti bagi ekonomi keluarga dan masyarakat, serta memberi kontribusi yang tidak kecil bagi pembangunan ekonomi nasional. Maka, Pemprov Jatim melalui Biro Administrasi Kerjasama bersama Department of Agriculture and Food of Western Australia (DAFWA) dan institusi Influential Women yang menyelenggarakan workshop bagi para perempuan pelopor Jatim di bidang pertanian untuk menggali pengetahuan, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring kerja guna mengembangkan wawasan dan menjaring peluang bisnis dengan pihak Australia Barat.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim Dra Hj Nina Soekarwo, MSi yang lebih akrab disapa Bude Karwo pada pembukaan Workshop Pemberdayaan & Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam pembangunan kerja sama dengan Australia Barat, di Hotel Singgasana Surabaya, Senin (9/6/2014).

Menurutnya, perempuan punya hak dan peluang sama untuk maju, berkembang, dan mencapai sukses seperti kaum laki-laki. Hanya harus ada upaya-upaya yang dilakukan, seperti motivasi diri, langkah diarahkan, dan kesungguhan niat untuk mencapai kemajuan yang diinginkan.

“Pilot project kaum perempuan khususnya bidang pertanian ini saya harap berkelanjutan. Ini suatu kesempatan yang luar biasa. Salah satu dari 7 kelompok peserta workshop terpilih yang akan diajak berkunjung ke Australia Barat guna melihat dari dekat kegiatan pertanian dan pemberdayaan perempuan di negara bagian yang telah 24 tahun menjadi mitra kerjasama Jatim. Dengan kunjungan tersebut, pengetahuan-pengetahuan baru akan didapat oleh kelompok perempuan ini, yang diharapkan akan disebarkan kepada kelompok perempuan pelopor dan masyarakat Jatim,” ujarnya.

Kepada para kelompok perempuan pelopor, Bude Karwo berpesan, kesempatan yang baik ini benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menggali pengetahuan, pengalaman dan menangkap peluang untuk dapat memperluas jejaring keja. Karena jejaring kerja merupakan investasi yang harus dimiliki bagi yang ingin maju dan bertahan di era pasar bebas.

Berdasarkan data BPS tahun 2013, jumlah penduduk Jatim sebanyak 38,32 juta, dan lebih dari 50% adalah kaum perempuan. Jumlah penduduk perempuan yang besar ini merupakan potensi merupakan potensi sangat penting dalam memajukan Jatim. Keberadaan para perempuan pelopor tersebut merupakan potensi besar dalam upaya membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim melalui pemberdayaan ekonomi perempuan.

Kenyataan ini sebuah fakta yang tidak bisa dibantah tentang perempuan. Misalnya, selalu dikatakan bahwa “Selalu Ada Perempuan Hebat Disamping Laki-Laki Hebat”. Hal tersebut sesuai dengan falsafah Jawa, yang menyebut perempuan sebagai isteri/estri – dalam bahasa Kawi disebut estren, yang berarti “panjurung” atau pendorong. Artinya, perempuan memiliki peran besar dalam mendorong suami atau keluarga untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Perempuan disebut pedharingan atau periuk tempat menyimpan nasi atau tempat menyimpan harta benda. Hal tersebut bermakna bahwa kepada perempuanlah kesejahteraan keluarga bergantung. Perempuan merupakan “Tonggak Masa Depan” karena perempuanlah yang memberikan pendidikan pertama bagi anak yang merupakan generasi masa depan.

Meski banyak perempuan yang berkesempatan menduduki jabatan strategis publik seperti presiden, gubernur, walikota, anggota dewan, pengusaha, dsb-nya. Tapi masih banyak terdapat keluarga miskin, pendidikan rendah, serta kesehatan keluarga yang belum baik. Untuk itu, perlu ada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jatim melalui upaya memajukan para perempuannya melalui program ini.

Peningkatan kualitas hidup perempuan menurut Bude Karwo, juga merupakan bagian tak terpisahkan dari tujuan MDGs. Beberapa target utamanya mengentaskan kemiskinan ekstrim dan kelaparan, mewujudkan pendidikan dasar bagi semua, mendorong adanya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menjamin kelestarian lingkungan hidup, mengembangkan kemitraan global untuk tujuan pembangunan.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Kerjasama Setda Provinsi Jatim Ir. Lili Soleh Wartadipradja, MM mengatakan, salah satu realisasi kerjasama sister province – state antara Pemprov Jatim – Australia Barat, Pemprov Jatim bekerjasama dengan Department of Agriculture and Food of Western Australia menyelenggarakan program pemberdayaan dan peningkatan partisipasi perempuan dalam pembangunan, terutama di bidang pertanian.

Kegiatan ini untuk memberikan kesempatan kepada para perempuan pelopor dalam mengembangkan diri melalui training, meeting, sharing, serta membangun networking dengan para perempuan inspirator dari Australia. Selanjutnya diharapkan mereka akan menerapkan business plan yang telah dibuat bersama.

Workshop diikuti 7 kelompok dari kabupaten/kota, yaitu Kab Sumenep, Trenggalek, Kediri, Blitar, Situbondo dan Lumajang, serta Kota Probolinggo. Setiap kelompok terdiri dari empat orang dan satu pendamping.

Melalui workshop yang berlangsung tgl 8 – 11 Juni ini dilakukan seleksi terhadap tujuh kelompok perempuan pelopor tersebut. Hanya satu kelompok peserta yang diberi kesempatan ke Australia Barat yang menurut rencana akan berangkat tg 23 Agustus – 1 September. Bagi yang belum berhasil akan diberikan pendampinginan secara teknis selama enam bulan.

Hadir dalam kesempatan itu wakil ketua TP-PKK Provinsi Jatim beserta pengurusPKK Provinsi Jatim, Ketua Kellie Jane Pritchards (Direktur Kantor Perwakilan Dagang Australia Barat di Jakarta, Kevin Chennel ( Executive Director Livestock Industries, Department of Agriculture and Food of Western Australia) Catherine Marriot, Creating Empowering Opportunities dan seluruh delegasi Influential Women of Western Australia. Badan Pemberdayaan Perempuan Prov Jatim. (Eri)