04/02/2021

Jadikan yang Terdepan

PT. TPS Terapkan “Green Office”

Pengolahan sampah menjadi pupuk organik di PT. Terminal Petikemas Surabaya.
Pengolahan sampah menjadi pupuk organik di PT. Terminal Petikemas Surabaya.

Surabaya, KabarGress.Com – PT. Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menerapkan sistem keselamatan kerja dan kedisiplinan tingkat tinggi di lingkungan kantornya. Mereka juga mengadopsi green office dalam upayanya mengurangi emisi CO2 yang menyebabkan efek rumah kaca. Prestasi ini telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional.

Manager Keamanan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup PT. TPS, Yohanes Malo, penerapan sistem keselamatan setidaknya sudah dirintis sejak 1999. “Awalnya memang kaget semua. Dulunya sepeda motor boleh masuk tetapi dengan sistem baru tidak diperbolehkan. Ini demi keselamatan semua,” jelasnya.

Dalam setiap harinya, sedikitnya ada 2 ribu truk trailer yang hilir mudik bongkar muat di PT. TPS. Bisa dibayangkan padatnya lalu lintas truk besar-besar di perusahaan ini. “Standart keselamatan berlaku untuk semua karyawan maupun mitra kerja yang melakukan kegiatan bisnis disini,” tukasnya.

Tim KJPL saat kunjungan ke PT Terminal Petikemas Surabaya, Kamis (5/6/2014).
Tim KJPL saat kunjungan ke PT Terminal Petikemas Surabaya, Kamis (5/6/2014).

Berbagai upaya untuk menerapkan green office tersebut, berangsur-angsur melakukan penghematan listrik. “Upaya untuk menghemat energi listrik, kita mengganti lampu penerangan. Sekarang kita lagi studi untuk menggunakan lampu LED yang bisa menyala hingga 12 jam,” ungkap Staf Helath Safety Security Environment PT TPS, Jaya Firmansyah, kepada para anggota Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia, Kamis (5/6/2014).

Terminal terbesar di Indonesia timur ini menerapkan keselamatan dan keamanan kerja tingkat tinggi, setelah perusahaan ini bekerjasama dengan perusahaan asal Dubai. Para pekerja harus mentaati peraturan untuk keselamatan mereka.

KJPL berkesempatan melihat secara langsung keamanan dan kedisiplinan para pekerja untuk keselamatan mereka sendiri. “Para tamu juga harus mengikuti prosedur yang ketat sebelum bisa masuk ke area terbatas. Seperti memakai ID Card, helm, rompi, hingga sepatu khusus,” ungkap Humas KJPL Indonesia, Anas Pandu.

Setelah mendapat penjelasan tentang profil company PT TPS, para wartawan dari berbagai media cetak, radio, online dan televisi yang tergabung di KJPL diajak manajemen PT TPS untuk meninjau sistem keselamatan yang berlaku di lingkungan tersebut. (Ro)