04/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Hadapi Pasar Bebas, Deskranasda Jatim Siapkan Pengrajin Terlatih

Stand Deskranasda dikunjungi Ibu Negara, Bude Karwo dan Fatma Saifullah Yusuf memberi penjelasan tentang produk Dekranasda.
Stand Deskranasda dikunjungi Ibu Negara, Bude Karwo dan Fatma Saifullah Yusuf memberi penjelasan tentang produk Dekranasda.

Jakarta, KabarGress.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Deskranasda) Prov. Jatim, Dra. Hj Nina Soekarwo M.Si, menegaskan menghadapi Pasar Bebas tahun 2015, Jatim akan menyiapkan pengrajin terlatih agar mampu bersaing menciptakan produk barang dan jasa dari negara lainnya. Harapan tersebut disampaikannya seusai menghadiri acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Dekranas, di UKM Convention Center, Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Ia menuturkan, dalam menghadapi pasar bebas arus barang dan jasa bisa diperdagangkan secara terbuka. Untuk itu, peningkatan skill, kemampuan dan kompetensi pengrajin. Maka peran Deskranasda Prov. Jatim mutlak diperlukan.

Menurutnya, dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengrajin akan mampu menciptakan serta menghasilkan produk barang dan jasa dengan kualitas yang tidak kalah dengan negara lain. Sebagai contoh, jika produk yang dihasilkan diberikan kemasan yang menarik maka akan menjadi daya tarik dari konsumen.

Ia menjelaskan, selain kualitas SDM yang menjadi perhatian dari Deskranasda Prov. Jatim menghadapi pasar bebas adalah menitik beratkan pada kualitas barang dan jasa hasil pengrajin. “Tantangan ke depan menghadapi pasar bebas sangat berat, semoga kita bisa bersaing dengan berbagai cara yang memberikan perhatian lebih kepada pengrajin untuk tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Setelah kualitas barang dan jasa sudah terjaga dengan baik, Bude Karwo biasa ia disapa juga memfokuskan agar harga yang dipasarkan tidak terlalu mahal. Harga yang terlalu mahal akan mempengaruhi penjualan produk yang dihasilkan. “Biasanya, jika produknya laris dan terjual habis, ketika ada permintaan selanjunya biasanya harga barang akan ditingkatkan atau dinaikkan 2-4 kali lipat dibandingkan dengan harga normal. Ini yang menyebabkan, pengrajin kita kalah dipasaran karena tidak konsisten di harga,” tegasnya.

Bude Karwo memastikan, jika kualitas barang dan jasa serta harga tetap stabil maka pengrajin tinggal meningkatkan kreatifitas dan inovasi produk sehingga konsumen akan tetap tertarik terhadap produk yang dihasilkan oleh pengrajin. Untuk itu, Deskranasda Prov. Jatim akan berupaya untuk terus meningkatkan keterampilan pengrajin dalam menghadapi pasar bebas tidak kalah dari daerah atau negara lain.

Didampingi oleh Ny. Hj. Fatma Saifullah Yusuf dan Yuliati Akhmad Sukardi, Bude Karwo sangat yakin jika kualitas, konsistensi harga hingga inovasi dan kreatifitas produk yang dihasilkan oleh perajin tetap konsisten maka Jatim dapat bersaing di dalam maupun di luar negeri. “Eropa banyak memiliki kerajinan bordir yang bagus. Akan tetapi, saya yakin kerajinan bordir dari daerah daerah yang ada di Indonesia tidak kalah dengan Eropa,” ujarnya.

Ibu Negara Ny. Hj, Ani Bambang Yudhoyono dalam arahannya menegaskan, bahwa keberadaan deskranasda merupakan ujung tombak kegiatan penguatan daya saing terutama bagi Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) dan pengrajin.

Sesuai tema yang ada yakni ”Meningkatkan Daya Saing Produk Kerajinan Sebagai Basis Produksi Dalam Menyongsong Pasar Bebas ASEAN 2015” ia menegaskan, dalam menghadapi daya saing pasar bebas, kondisi persaingan usaha antar bangsa akan sangat ketat. Terutama keberadaan arus barang dan jasa dari Negara lain bisa masuk ke Indonesia tanpa melalui regulasi yang ketat.

Ia menambahkan, pasar bebas mengandung arti bahwa konsekuensinya bagi masyarakat dan dunia usaha investasi akan lebih terbuka dan lebih deras masuk ke Indonesia. Untuk itu, peran Dekranas maupun Dekranasda ke depan harus lebih meningkatkan mutu, kualitas dan konsistensi harga agar dapat bersaing.

“Itu semua dapat dicapai, jika kita lebih inovatif, kreatif dan efisien mempertahankan produk asli Indonesia. Persaingan akan semakin mudah jika diimbangi dengan teknologi dan informasi (IT),” terang Bu Ani Yudhoyono yang juga selaku Dewan Pembina Deskranas.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Umum Deskranas Ibu Hj. Herawati Boediono mengharapkan, di usia yang semakin matang ini, Deskranas mampu berperan lebih produktif, kreatif, inovatif sehingga hasilnya bisa bermanfaat bagi pengabdian rakyat, bangsa dan negara khususnya meningkatkan ekonomi.

Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada pengurus Deskranasda yang telah mau turun ke lapangan mendengarkan aspirasi pengerajin di daerah. “Dengan langsung turun ke lapangan, pengurus dapat menginventarisasi hingga mengidentifikasi setiap permasalahan untuk diteruskan kepada pemangku kepentingan yang ada. Sehingga produk usaha dari pengerajin bisa terpasarkan dengan baik,” tutupnya.

Acara ini dimeriahkan penampilan berbagai macam produk kerajin seperti kerajinan, yang inovatif, kain tenun, batik, sulam, aksesoris, tas kulit dan anyam, sepatu dan berbagai potensi produk daerah yang dipamerkan dalam Deskranasda di masing-masing provinsi yang ada di Indonesia. (Eri)