20/09/2020

Jadikan yang Terdepan

36 Perempuan Bikin Buku Inspiratif “Hidup Ini Indah, Beib”

Para penulis buku Hidup Ini Indah, Beib, berpose bersama di sela-sela peluncuran buku tersebut, Kamis (5/6/2014).
Para penulis buku Hidup Ini Indah, Beib, berpose bersama di sela-sela peluncuran buku tersebut, Kamis (5/6/2014).

Surabaya, KabarGress.Com – Menulis buku bukanlah pekerjaan mudah, apalagi bagi mereka yang jarang bersenggolan dengan dunia sastra. Namun kali ini dengan berbekal tekad baja, sebanyak 36 perempuan menulis pengalaman keseharian mereka menjadi buku bertajuk “Hidup Ini Indah, Beib”. Ada 50 kisah inspiratif Perempuan Indonesia dengan pengantar penulis dan pendiri sekolah tulis-menulis Sirikit Syah.

Menurut penggagas “Hidup Ini Indah, Beib”, Wina Bojonegoro, tidak semua perempuan yang menyumbangkan karyanya dalam buku ini berlatar belakang penulis, jurnalis, atau penyiar radio. “Tidak ada tutorial untuk mereka, hanya editing dan re-write,” ujar Wina kepada awak media di sela-sela acara peluncuran buku ini, Kamis (5/6/2014).

Tampak hadir para penyumbang tulisan diantaranya Vika Wisnu, Didi Cahya, Dian KD, Ellen Pratiwi, Fitria (Tya), dan Elde Firda, dia menjelaskan isi buku itu merupakan pengalaman hidup keseharian dari penulisnya.

Acara peluncuran buku tampak meriah apalagi dipandu copy-editor buku tersebut, yakni Heti Palestina Yunani.

Lebih jauh Wina menuturkan, ide penulisan buku itu bermula dari keinginannya menulis buku dengan judul yang sama, tapi dirinya ingin mengajak rekan-rekannya dalam Komunitas Susastra Nusantara untuk terlibat.

“Akhirnya, saya mengajak sebagian rekan untuk membagi rencana itu secara getok tular melalui BBM, Facebook, dan sebagainya, sehingga terseleksi 50 tulisan yang dikumpulkan dalam waktu dua bulan dengan editing dan re-write,” kata penulis cerpen yang memiliki nama asli Endang Winarti.

Dalam buku yang selesai dalam enam bulan itu, Wina sendiri menulis lima karya, masing-masing berjudul Berawal Dari Sebuah Mimpi, Cyber World and Real World, Kesempatan Tidak Terulang, Meriah… Meriah…!, Say Cheese…!, dan Sendiri Ya Mbak?.

“Hidup itu memang berawal dari mimpi, saya sendiri tidak menuntut diri sendiri untuk memiliki mimpi, tapi semua mimpi saya itu terjawab, karena itu tetaplah bermimpi,” tukasnya.

Sementara itu, penulis berlatar belakang wartawan, Dian KD, mengaku menulis buku merupakan pengalaman baru, meski dirinya pernah menjadi wartawan hingga “lulus” pada 2008.

“Awalnya, saya tahu ada tawaran menulis dari FB, lalu saya diminta rekan-rekan untuk mencoba, karena mereka melihat latar belakang saya, akhirnya tulisan saya Aku dan Tuhan, Cukup itu lolos. Itu luar biasa dan rasanya ingin menerbitkan buku,” ujar Dian. (Ro)