30/11/2020

Jadikan yang Terdepan

LPPM UKWMS Sinergikan 10 Fakultas Bangun Keluarga Sejahtera Berkelanjutan

Acara dialog konsultatif membangun keluarga sejahtera yang berkelanjutan.
Acara dialog konsultatif membangun keluarga sejahtera yang berkelanjutan.

Surabaya, KabarGress.Com – Dari berbagai usaha di tanah air, 99,7 persen merupakan usaha mikro dan kecil. Ironisnya, justru penopang terbesar perekonomian bangsa ini masih banyak kendala untuk maju dan bersaing di pasaran. Hal itu diperparah dengan sulitnya akses ke perbankan dalam perolehan modal pengembangan usaha.

Melihat kenyataan ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) untuk pertama kalinya menyinergikan 10 fakultas guna membangun Kesejahteraan Keluarga yang Berkelanjutan.

Ketua P3M UKWMS, Drs. Kusworo, mengungkapkan untuk proyek percontohan dalam upaya membangun Kesejahteraan Keluarga yang Berkelanjutan, pihaknya telah mendampingi sedikitnya 35 keluarga di Sukolilo Surabaya. “Penelitian, pengabdian dan pengajaran menjadi 3 pilar penting dalam misi ini,” jelasnya di sela-sela rangkaian kegiatan dialog interaktif dan pelatihan, di kampus UKWMS, Senin (2/6/2014).

Drs. Kusworo - UKWMS
Drs. Kusworo

Dari 35 keluarga tersebut dibagi menjadi 4 kelompok. Selain mendapatkan konsultasi, mereka juga mendapatkan pelatihan-pelatihan dana memajukan usaha keluarga. “Juga kita bina terutama dalam akses mendapatkan modal usaha, semisal ke perbankan maupun pegadaian dimana ada dana CSR yang bisa dimanfaatkan,” terangnya.

Diharapkan dalam jangka waktu 3 tahun, keluarga yang menjadi proyek percontohan akan berhasil menjadi keluarga sejahtera secara berkelanjutan. “Usaha mereka kita harapkan bisa diwarisi anak cucu. Ini maksudnya kesejahteraan keluarga yang berkelanjutan,” ujar Kusworo.

Menurutnya, kesejahteraan keluarga tidak hanya berhasil di sektor usahanya saja, melainkan dengan kondisi kesehatan yang bagus dipadu dengan pemanfaatan teknologi secara benar maka akan terwujud kesejahteraan yang berkelanjutan tadi.

Contoh yang diberikan kepada keluarga proyek percontohan yakni dengan memberikan pelatihan pengemasan, pengurusan Perijinan Industri Rumah Tangga (PIRT), termasuk masalah perpajakan. Yang tidak kalah penting pengetahuan tentang problem kesehatan keluarga dewasa ini yang difokuskan pada penyakit kencing manis.

Pemeriksaan dan konsultasi kesehatan.
Pemeriksaan dan konsultasi kesehatan.

“Pemanfaatan teknologi sekaligus efisiensi energi juga menjadi hal penting dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga yang berkelanjutan. Karenanya sinergi antar fakultas sangat diperlukan,” tukasnya.

Ditambahkan, dalam jangka waktu 3 tahun ditargetkan jumlah keluarga sejahtera berkelanjutan berkembang hingga 100 keluarga,” imbuhnya.

Fakultas yang disinergikan meliputi Fakultas Bisnis, Psikologi, Filsafat, PPPM, FTP/PPPG, Farmasi, Kedokteran, Keperawatan. FIKom, FKIP serta Teknik. (Ro)