AirAsia X Berhad Terbitkan Prospektus Penawaran Saham Perdana di Bursa Malaysia

AirAsia X Berencana Untuk Mengumpulkan Dana Sebesar RM 859.3 Juta

Untuk Penawaran Saham Perdana (IPO)

Board of directorsKuala Lumpur, KabarGress.Com – AIRASIA X BERHAD (“AirAsia X” atau “Perusahaan”), maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya hemat terdepan asal Malaysia(1), hari ini meluncurkan prospektus guna mendukung rencana penawaran umum saham perdana (IPO) dimana perusahaan akan tercatat secara resmi di Bursa Malaysia Securities Berhad (“Bursa Malaysia”) pada Juli 2013.

 

Penawaran umum saham perdana tersebut akan meliputi penjualan sebanyak 790.123.500 lembar saham biasa (Ordinary Shares) yang akan dijual seharga RM 0,15 per lembar di AirAsia X (IPO shares). Penawaran tersebut pun akan termasuk penawaran penjualan sebanyak 197.530.900 lembar saham yang telah ada (Offer Shares) dan penerbitan sebanyak 592.592.600 lembar saham baru (Issue Shares) ke publik yang terdiri atas:

 

·         Penawaran institusi (kelembagaan) sampai dengan 538.011.800 lembar saham yang terdiri atas:

o    Penjualan 197.530.900 lembar saham yang ditawarkan (Offer Shares) dan sebanyak 79.740.200 lembar saham yang diterbitkan (Issue Shares) kepada institusi asal Malaysia dan investor terpilih serta institusi asing dan investor terpilih, dimana harga institusional akan ditentukan berdasarkan proses penawaran awal (bookbuilding) (harga institusi / kelembagaan).

 

o    Sebanyak 260.740.700 lembar saham akan diterbitkan untuk perusahaan Bumiputera (perusahaan lokal Malaysia) dan investor terpilih yang telah disetujui oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia (“MITI”) pada kisaran harga institusi.

 

·         Penawaran retail sebanyak 252.111.700 saham terdiri atas:

o    52.111.700 saham yang diterbitkan untuk pihak yang memenuhi syarat;

o    50.000.000 saham yang diterbitkan untuk penumpang yang memenuhi syarat; dan

o    150.000.000 saham yang diterbitkan untuk masyarakat Malaysia;

 

Pada harga penjualan ritel pertama sebesar RM 1.45 setiap saham yang diterbitkan (harga ritel)

 

Harga ritel akhir (final) akan sama dengan harga institusional, dengan syarat tidak melebihi harga ritel.

 

Berbicara saat peluncuran resmi prospektus, Tan Sri Rafidah Aziz, AirAsia Independent Non-Executive Chairman, mengatakan, “Pencatatan AirAsia X di bursa akan memberikan kemudahan akses untuk pendanaan dari pasar modal dan mendukung rencana ekspansi dan strategi pertumbuhan perusahaan. Kami selalu berada di posisi terdepan dalam memberikan layanan penerbangan terbaik dan terjangkau bagi pelanggan yang ‘sensitif’ terhadap harga. Selain memperkuat brand AirAsia Group, penawaran umum saham perdana akan memudahkan kami pula untuk meningkatkan kualitas kami di industri penerbangan dan meningkatkan posisi pasar kami di wilayah Asia Pasifik.

 

Tan Sri Tony Fernandes, AirAsia X Co-Founder and Director mengatakan, “Preposisi unik AirAsia X terdapat pada kisaran harga yang kompetitif serta keunggulan daya saing. Kami memiliki sebuah perusahaan low cost (LCC) yang mengoperasikan pesawat berbadan lebar di kawasan Asia Pasifik dengan kapasitas terbesar(2). Lengkap dengan luasnya jaringan rute kami dan basis penumpang, kami memiliki sebuah maskapai yang memiliki biaya unit dasar terendah dibandingkan maskapai lainnya di dunia(1). Kami pun dapat menawarkan tarif(3) yang ditargetkan lebih rendah rata-rata sebesar 30% – 50% dibandingkan maskapai full service (“FSCs”), sehingga merangsang permintaan pasar baru, dan meningkatnya volume penumpang antara Kuala Lumpur dan destinasi lainnya dalam jaringan kami.”

Hasil pendapatan kotor dari penawaran saham publik yang diprediksi mencapai RM859.3 juta berdasarkan asumsi harga institusi (kelembagaan) dan harga ritel senilai RM1.45 per saham diharapkan untuk dialokasikan dengan cara sebagai berikut:

 

Detil Penggunaan Dana

Perkiraan jangka waktu penggunaan dana setelah pencatatan

RM ‘000

%

Pembayaran Kewajiban Bank

Dalam waktu 3 bulan

285.809

33,3

Ekspenditur Modal

Dalam waktu 24 bulan

280.000

32,6

Modal Kerja Secara Umum

Dalam waktu 12 bulan

255.450

29,7

Perkiraan Pengeluaran Pencatatan

Dalam waktu 6 bulan

38.000

4,4

 

Dibentuk tahun 2006, AirAsia X memulai layanan transportasi udara jarak jauh dan berbiaya rendah di bulan November 2007. Penerbangan perdana maskapai tersebut melayani rute yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Gold Coast di benua Australia. AirAsia X saat ini melayani sebanyak 14 rute di Asia, Australia dan Timur Tengah dengan penambahan destinasi seperti Busan, mulai bulan Juli 2013 nanti. AirAsia X saat ini mengoperasikan sebanyak 10 armada Airbus A330-300 untuk layanan berjadwal, dan juga telah menerima pengiriman sebuah armada A330-300 tambahan yang akan rencananya akan memulai operasi di bulan Juli 2013, menjadikan maskapai ini menjadi maskapai LCC dengan armada berbadan lebar berkapasitas terbesar di kawasan Asia Pasifik(2).

 

Tan Sri Tony Fernandes menambahkan,”Kami telah berjalan sangat jauh sejak pembentukan AirAsia X. Visi saya adalah menciptakan sebuah hub domestik bagi penumpang lokal dan internasional yang pada akhirnya telah tercapai. Kami akan mengembangkan Grup kami lebih besar. Hal ini telah membuktikan bahwa maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya hemat ini telah menjadi pelopor sebuah model terobosan bisnis yang dapat menciptakan permintaan serupa dan baru seperti sebagaimana maskapai LCC jarak pendek telah merevolusi industri perjalanan. ”

Selain itu, Dato’ Sri Nazir Razak, Group Chief Executive, CIMB Group juga hadir dalam upacara peluncuran prospektus.

 

“Penawaran saham umum perdana di Bursa Sekuritas akan menjadi sebuah IPO terbesar di Malaysia sampai saat ini untuk tahun 2013. Penawaran saham umum (IPO) tersebut akan menjadi IPO keempat untuk perusahaan Tune Group terafiliasi. Tune Group memiliki sebuah rekam jejak yang luar biasa dalam memberikan nilai keuntungan bagi investor-investornya. Kami berharap AirAsia X akan terus berada di jalan yang sama dan tetap mencatatkan perusahaannya untuk dapat memperdalam dan likuiditas untuk sektor penerbangan di Bursa Malaysia. Kami juga berharap AirAsia X dapat menarik minat investor secara signifikan melihat keunikan perusahaan dan prospek pertumbuhan yang cukup tinggi,” kata Dato’ Sri Nazir.

 

CIMB Investment Bank Berhad adalah penasihat utama dalam penawaran umum saham perdana ini, dan juga selaku koordinator global bersama Credit Suisse (Singapura) dan May Bank Investment Bank Berhad.

Adapun Joint Bookrunner  untuk penawaran perusahaan ini (dalam urutan abjad) adalah: Barclays Bank PLC, BNP Paribas (Cabang Singapura), CIMB Investment Bank Berhad Citigroup Global Markets Limited, CLSA Singapore Pte Ltd, Credit Suisse Securities (Malaysia) Sdn Bhd, Credit Suisse (Singapore) Limited dan Maybank Investment Bank Berhad, Morgan Stanley & Co. International PLC, dan Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited.

 

Selain itu, Joint Managing Underwriter dalam penawaran saham perdana adalah CIMB Investment Bank Berhad, Kenanga Investment Bank Berhad, Maybank Investment Bank Berhad, and RHB Investment Bank Berhad. Sedangkan, Joint Underwriter adalah CIMB Investment Bank Berhad, Kenanga Investment Bank Berhad, Maybank Investment Bank Berhad, RHB Investment Bank Berhad, AFFIN Investment Bank Berhad, dan MIDF Amanah Investment Bank Berhad.

 

JADWAL INDIKATIF

Acara

Tanggal

Pembukaan Penawaran Institusional (Kelembagaan)

10 JUNI 2013

Penerbitan Prospektus/ Pembukaan Penawaran Ritel

10.00 pagi, 10 JUNE 2013

Penutupan Penawaran Ritel

17.00 sore, 19 JUNI 2013

Penutupan Penawaran Institusional (Kelembagaan)

24JUNI 2013

Tanggal Penentuan Harga

24 JUNI 2013

Pencoblosan aplikasi untuk saham yang diterbitkan sesuai dengan penawaran ritel

24 JUNI 2013

Pembagian/ Penyaluran saham IPO kepada pembeli yang berhasil

09 JULI 2013

Pencatatan saham AirAsia X Berhad di pasar utama Bursa Malaysia

10 JULI 2013

 

Catatan:

(1)       Sesuai dengan perbandingan biaya setiap kursi yang tersedia tiap kilometer (CASK) dan CASK (diluar beban bahan bakar) yang dikeluarkan dengan top 10 maskapai full-service ternama (FSCs)  dan LCC yang berdasarkan oleh pendapatan operasi di kawasan Asia Pasifik dan rata – rata 10 maskapai full-service dan LCC yang didasari oleh pendapatan operasi di kawasan Eropa dan Amerika Utara, berdasarkan Independent Market Research Report yang dikeluarkan oleh Strategic Airport Planning Ltd. Tertanggal 22 Mei 2013 (“S-A-P Report”)

(2)     Sumber: S-A-P Report

(3)     Termasuk biaya lain – lain seperti pemilihan tempat duduk, bagasi 20kg, makanan dan pajak bandara.