UPT PPPK Ciptakan Mobil PMK Mini

* Siap Atasi Musibah Kebakaran di Kampung-kampung

Surabaya, KabarGress.Com – Diinspirasi sulitnya mobil Pemadam Kebakaran (PMK) masuk ke pemukiman padat yang sedang terkena musibah kebakaran, mendorong UPT PPPK (Unit Pelaksana Teknis Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Kejuruan) membuat mobil PMK mini. Mobil dibuat menggunakan mesin hijet 55 berkapasitas 550 cc yang sudah tak dipakai lagi.

Body depan menggunakan mobil ATV, sedangkan bagian belakang diberi tangki air bermuatan 1.860 liter air. Lebar 120 cm dan panjang 2,5 meter. Untuk mesin penyemprot menggunakan diesel sawah seharga sekitar Rp2 jutaan, dan dengan panjang selang 30 meter airnya bisa menjangkau 25 meter.

Kepala UPT PPPK Dinas Pendidikan Jatim, Sumardijono, mengatakan pembuatan mobil PMK mini ini membutuhkan waktu 3 bulan dengan melibatkan 16 siswa yang sedang prakerin (praktik kerja industri) di UPT PPPK.

“Karena bodynya yang kecil, mobil bisa masuk sampai ke kampung-kampung. Kalaupun tidak ada kebakaran, maka mobil ini bisa dipakai untuk menyiram tanaman yang ada di pinggir-pinggir jalan. Misalkan Pemkot Surabaya berminat dengan mobil PMK mini ini, saya rasa bagus,” ujar Sumardijono, saat uji coba mobil ini di Kantor UPT PPPK, daerah Ketintang, Rabu (13/3/2013).

Ia menambahkan, pembuatan mobil berbiaya sekitar Rp25-30 juta (belum termasuk biaya tanpa mesin) ini, tidak untuk mencari keuntungan. Tetapi lebih kepada pembelajaran untuk siswa-siswa jurusan otomotif.

“Disini (UPT PPPK) banyak yang kami ajarkan. Mulai otomotif, mesin bubut, mesin bordir, audio, dan banyak lagi,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun, menyempatkan mengendarai mobil ini. Bahkan, ia melakukan simulasi pemadaman kebakaran menggunakan PMK mini ini, di halaman belakang kantor UPT. Air nampak lancar dan ngejos muncrat dari selang, mematikan api yang berasal dari kayu-kayu dalam drum.

“Mobil PMK mini ini hanya satu-satunya yang dibuat oleh anak-anak SMK di Jatim. Mobil ini adalah embrio. Selanjutnya akan dikembangkan ide-ide lainnya yang bermanfaat buat masyarakat,” ujar Harun.

Apakah akan diproduksi massal? “Tidak. Siswa SMK hanya mempraktikkan pembuatannya. Terserah dunia usaha mau menindaklanjutinya,” jawabnya.

Sementara itu, salah satu siswa yang membuat mobil PMK Mini ini, Puguh Eko Susanto dari SMKN Widang Tuban mengatakan, bagian tersulit untuk membuat mobil ini adalah pembuatan tangki. Sebab, ketebalannya harus sesuai mobil PMK aslinya. “Tebalnya sekitar 0,9 mm. tidak boleh lebih,” ujarnya. (toro)

Teks foto: Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun, saat mencoba mobil PMK mini.